Asuransi Jasindo mencatat kinerja positif yang dikaitkan dengan konsistensi transformasi internal yang dijalankan sejak 2021. Perusahaan menempatkan penguatan tata kelola, kepemimpinan, dan manajemen risiko sebagai fondasi untuk mendorong pertumbuhan berkelanjutan yang disebut melampaui rata-rata industri.
Hingga Oktober 2025, Jasindo membukukan perolehan premi Rp3,27 triliun, tumbuh 10,95 persen secara tahunan. Pertumbuhan tersebut disebut melampaui proyeksi industri yang berada di kisaran 8 persen. Dari sisi underwriting, kinerja naik 19,52 persen menjadi Rp317,28 miliar. Sementara itu, laba bersih tercatat melonjak 246,93 persen menjadi Rp133,21 miliar.
Sekretaris Perusahaan Asuransi Jasindo, Brellian Gema, mengatakan capaian tersebut tidak terlepas dari konsistensi manajemen dalam menjalankan agenda reformasi internal secara disiplin dan berkesinambungan. Menurutnya, kinerja keuangan dan operasional yang solid mencerminkan tata kelola perusahaan yang semakin matang.
“Kami meyakini bahwa kinerja keuangan dan operasional yang solid merupakan refleksi dari tata kelola perusahaan yang semakin matang. Transformasi yang kami jalankan tidak hanya berorientasi pada hasil jangka pendek, tetapi juga pada penguatan sistem, budaya kerja, dan kepemimpinan yang berintegritas,” ujar Brellian.
Ia menjelaskan, penguatan tata kelola berdampak pada pertumbuhan kinerja, termasuk pendapatan premi. Melalui penerapan prudent underwriting dan disiplin manajemen risiko, perusahaan menjadi lebih selektif dalam mengelola portofolio bisnis serta memfokuskan pengembangan pada segmen dengan risiko yang terukur. Pendekatan tersebut disebut mendorong pertumbuhan premi yang lebih sehat dan berkelanjutan, sekaligus memperkuat kepercayaan mitra dan pemegang polis.
Brellian menuturkan, perjalanan kinerja perusahaan berlangsung melalui beberapa tahapan. Tahun 2022 disebut menjadi tonggak awal rangkaian inisiatif strategis untuk pembenahan dan penciptaan bisnis asuransi yang berkelanjutan. Pada periode berikutnya, perusahaan memasuki tahap penyehatan dengan fokus pada penataan portofolio, penguatan manajemen risiko, serta perbaikan proses bisnis secara menyeluruh.
Memasuki fase pemulihan, berbagai langkah transformasi mulai menunjukkan dampak, antara lain kinerja yang lebih terkendali, peningkatan disiplin operasional, serta penguatan prinsip kehati-hatian dalam pengambilan keputusan bisnis. Fase ini kemudian menjadi pijakan bagi perusahaan menuju tahap berikutnya yang disebut sebagai fase kebangkitan.
Saat ini, kata Brellian, Jasindo berada pada momentum bangkit dengan kinerja yang mencerminkan pertumbuhan portofolio yang lebih sehat dan berkelanjutan. Kondisi tersebut memperkuat optimisme perusahaan untuk memasuki periode pertumbuhan berikutnya dengan fondasi yang lebih kuat dan arah strategis yang semakin jelas.
Untuk mendukung transformasi, perusahaan juga memperkuat sistem pengendalian internal melalui penerapan Governance, Risk, and Compliance (GRC) yang terintegrasi. Strategi mitigasi risiko dijalankan melalui prudent underwriting serta penyesuaian profil risiko dengan risk appetite perusahaan, guna menjaga keseimbangan antara pertumbuhan dan keberlanjutan.
Sejalan dengan komitmen tersebut, perusahaan menyatakan terbuka terhadap masukan sebagai bagian dari perbaikan berkelanjutan. Evaluasi dan penyempurnaan proses bisnis dilakukan secara konsisten untuk memastikan aktivitas usaha berjalan sesuai prinsip transparansi, akuntabilitas, dan kepatuhan terhadap regulasi.
“Kami terus mengedepankan prinsip kehati-hatian dalam setiap kegiatan usaha. Fokus kami adalah memastikan keberlangsungan perusahaan sekaligus memberikan rasa aman dan perlindungan optimal bagi seluruh pemegang polis,” tambah Brellian.
Dengan tata kelola yang dinilai semakin kokoh, kepemimpinan yang adaptif, serta strategi bisnis yang terukur, perusahaan menyatakan optimistis dapat melanjutkan momentum pertumbuhan positif dan memperkuat perannya sebagai perusahaan asuransi umum milik negara yang andal dan berdaya saing.

