BERITA TERKINI
Tips Mengelola Keuangan agar Tidak Boros Saat Lebaran

Tips Mengelola Keuangan agar Tidak Boros Saat Lebaran

Mengelola keuangan menjadi hal penting agar pengeluaran tidak membengkak saat Lebaran. Pada momen Hari Raya Idulfitri, pola konsumsi masyarakat Indonesia hampir selalu meningkat, mulai dari belanja pakaian baru, kue kering, hingga kebutuhan mudik sebagai bagian dari persiapan berkumpul bersama keluarga.

Peningkatan konsumsi ini dinilai wajar. Namun, tanpa perencanaan yang matang, lonjakan pengeluaran berisiko menimbulkan masalah finansial setelah Lebaran.

Seorang pakar ekonomi menjelaskan, peningkatan konsumsi menjelang hari besar keagamaan sulit dihindari karena adanya aktivitas tambahan yang tidak terjadi pada hari biasa.

Ia menilai tradisi Lebaran seperti mudik, halal bihalal, hingga reuni keluarga menjadi faktor utama yang mendorong pengeluaran lebih tinggi. “Kebutuhan saat Lebaran memang bertambah, mulai dari transportasi, konsumsi makanan, hingga kebutuhan menjamu tamu. Ini yang membuat pengeluaran jadi lebih besar dibanding hari biasa,” jelasnya.

Meski demikian, ia menekankan bahwa tidak semua konsumsi dapat dikategorikan sebagai perilaku konsumtif. Dalam perspektif ekonomi, konsumtif terjadi ketika seseorang membeli sesuatu bukan karena kebutuhan, melainkan keinginan, yang kerap dipengaruhi tren, dorongan sosial, atau keinginan untuk meningkatkan gengsi.

Kesalahan yang sering terjadi, lanjutnya, adalah mengabaikan skala prioritas. Banyak orang langsung membelanjakan uang tanpa memilah mana kebutuhan yang benar-benar penting.

Dalam ekonomi Islam, kebutuhan dibagi menjadi tiga tingkatan, yakni dharuriyah (pokok), hajiyah (penunjang), dan tahsiniyah (pelengkap). Ketika masyarakat lebih fokus pada kebutuhan pelengkap, pengeluaran dapat menjadi tidak seimbang dengan manfaat yang diperoleh, sehingga berpotensi memicu pemborosan.