Makassar—Universitas Muslim Indonesia (UMI) kembali terlibat dalam program pengabdian kepada masyarakat melalui Tim Relawan Fakultas Kedokteran (FK) UMI yang dinyatakan lolos sebagai penerima Pendanaan Program Pengabdian kepada Masyarakat Tanggap Darurat Bencana untuk Wilayah Aceh, Sumatra Utara, dan Sumatra Barat Tahun Anggaran 2025 Prioritas II.
Pendanaan tersebut diraih melalui dr. Irna Diyana Kartika Kamaluddin. Informasi kelulusan ini disampaikan melalui pengumuman Direktur Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat, Direktorat Jenderal Riset dan Pengembangan Kemdiktisaintek RI, bernomor 1737/C3/AL.04/2025 tertanggal 12 Desember 2025.
Dihubungi melalui WhatsApp pada 13 Desember 2025, dr. Irna membenarkan kabar tersebut. Ia menyampaikan rasa syukur serta terima kasih kepada Rektor UMI beserta jajaran dan Dekan FK UMI atas dukungan dan arahan yang diberikan.
Menurut dr. Irna, program yang diusulkan berjudul “Gabungan Tim Relawan UMI, FK UMI, AMDA, TBM 110 dan AMSA Tanggap Bencana Banjir Sumatera dan Aceh 2025”. Program ini menitikberatkan pada respons cepat, kolaboratif, dan terintegrasi dalam penanganan bencana banjir di wilayah terdampak.
Berdasarkan surat keputusan, program tersebut mencakup dukungan pelaksanaan kegiatan lapangan serta penguatan sarana dan prasarana penunjang pengabdian.
Secara terpisah, Dekan Fakultas Kedokteran UMI Dr. dr. Nasruddin A. Mappaware, Sp.OG(K) menyatakan pendanaan ini menjadi bukti kepercayaan terhadap kapasitas dan rekam jejak FK UMI dalam menjalankan program pengabdian yang berdampak langsung bagi masyarakat.
Ia menambahkan, kolaborasi lintas unit dan organisasi yang melibatkan Tim Relawan UMI, FK UMI, AMDA, TBM 110, dan AMSA mencerminkan semangat sinergi dan kepedulian sosial sivitas akademika UMI dalam menjawab tantangan kebencanaan secara profesional dan berkelanjutan.
Fakultas Kedokteran UMI turut menyampaikan ucapan selamat dan apresiasi kepada Tim Relawan UMI Bencana Aceh dan Sumatera atas capaian tersebut, dengan harapan dapat memperkuat kontribusi UMI dalam pengabdian, kemanusiaan, dan pembangunan sosial, khususnya pada penanganan bencana di Indonesia.

