BERITA TERKINI
Tekanan Pasar Keuangan Asia Berlanjut, Rupiah dan IHSG Diproyeksikan Ikut Terdampak

Tekanan Pasar Keuangan Asia Berlanjut, Rupiah dan IHSG Diproyeksikan Ikut Terdampak

Tekanan di pasar keuangan Asia diperkirakan masih berlanjut dan berpotensi menular ke Indonesia. Kondisi tersebut dinilai dapat memengaruhi kinerja pasar saham hingga pergerakan nilai tukar Rupiah.

Pengamat Ekonomi Sumatera Utara, Gunawan Benjamin, menyampaikan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) berpeluang mengalami koreksi sejalan dengan pelemahan yang terjadi di kawasan. Menurutnya, pergerakan IHSG cenderung mengikuti tren regional.

“Semuanya mengarah pada kemungkinan memburuknya kinerja pasar keuangan di Asia tanpa terkecuali Indonesia,” ujar Gunawan, Senin (23/3/2026).

Selain IHSG, Gunawan menilai Rupiah juga diproyeksikan berada di bawah tekanan. Ia menyebut Rupiah diperkirakan berupaya bertahan di bawah level 17.000 per dolar AS.

“Dimana IHSG berpeluang alami koreksi sejalan dengan koreksi yang dialami bursa saham di Asia. Kinerja mata uang Rupiah diproyeksikan berpeluang alami tekanan dengan mencoba untuk bertahan di bawah level 17 ribu per US Dolar,” kata Gunawan.

Gunawan menambahkan, otoritas moneter disebut akan berupaya menjaga stabilitas nilai tukar. Ia memperkirakan Bank Indonesia akan bekerja keras agar Rupiah tidak melemah terlalu jauh melewati level 17.000 per dolar AS.

Di tengah situasi tersebut, ia juga menyinggung pergerakan komoditas emas. Menurutnya, harga emas berada di kisaran 4.365 dolar AS per ons troy dan ditransaksikan sekitar Rp2,39 juta per gram.