Tekanan terhadap harga jual pada kuartal IV-2025 tercatat meningkat. Kondisi ini didorong oleh kenaikan biaya bahan baku serta aktivitas promosi selama periode Natal dan Tahun Baru (Nataru).
Office of Chief Economist PT Bank Mandiri menilai tekanan tersebut diperkirakan berlanjut pada awal 2026. Sumber tekanan terutama berasal dari sektor industri pengolahan, pertanian, dan transportasi.
Di sisi lain, realisasi investasi pada kuartal IV-2025 menunjukkan penguatan dengan pertumbuhan yang berbasis luas di berbagai lapangan usaha. Penguatan tersebut terutama terlihat pada sektor pertambangan, industri pengolahan, perdagangan, serta informasi dan komunikasi.
Secara keseluruhan, hasil Survei Kegiatan Dunia Usaha (SKDU) mengindikasikan ketahanan dunia usaha yang tetap solid dengan prospek perbaikan berkelanjutan pada awal 2026. Namun, dunia usaha masih dihadapkan pada tantangan terkait biaya, cuaca, dan dinamika permintaan.
Saldo Bersih Tertimbang (SBT) kegiatan usaha tercatat sebesar 10,61%, lebih rendah dibanding 11,55% pada kuartal III-2025, tetapi masih berada pada level yang terjaga.
Kinerja mayoritas lapangan usaha juga tetap berada di zona positif. Kontribusi utama berasal dari sektor Jasa Keuangan, Perdagangan Besar dan Eceran serta Reparasi Mobil dan Motor, Industri Pengolahan, Administrasi Pemerintahan, Informasi dan Komunikasi, serta Akomodasi dan Makan Minum.

