Jakarta — Simpanan valuta asing (valas) di perbankan tercatat meningkat di tengah tren pelemahan nilai tukar rupiah yang sempat mendekati Rp17.000 per dolar AS. Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) mencatat dana pihak ketiga (DPK) valas naik 3,73%.
Meski nominal simpanan valas bertambah, Anggota Dewan Komisioner LPS Bidang Program Penjaminan Polis, Ferdinan D. Purba, menyatakan tren suku bunga pasar (SBP) untuk simpanan valas justru terus menurun. Karena itu, LPS menahan tingkat bunga penjaminan (TBP) tabungan valas di level 2,00%.
“Dalam nominal memang ada kenaikan untuk DPK valas sebesar 3,73%. Meskipun ada kenaikan di nominal namun tren suku SBP-nya itu tadi kami sampaikan mengalami penurunan,” kata Ferdinan saat Konferensi Pers Penetapan TBP LPS di Kantor Pusat LPS, Pacific Century Place, Kamis (22/1/2026) malam.
LPS menilai penurunan suku bunga simpanan valas mencerminkan likuiditas valas perbankan yang masih memadai. Dengan kondisi tersebut, bank dinilai tidak perlu menawarkan bunga tinggi untuk menarik dana valas dari nasabah.
Ke depan, LPS menyatakan akan terus memantau perkembangan simpanan dan suku bunga valas guna menjaga stabilitas sistem perbankan serta memastikan kebijakan penjaminan tetap sejalan dengan kondisi pasar.
Dalam kesempatan terpisah, Ketua Dewan Komisioner LPS Anggito Abimanyu menegaskan LPS tidak berada pada posisi untuk mengambil kebijakan terkait nilai tukar rupiah. Namun, LPS disebut terus berkoordinasi dengan Bank Indonesia (BI) dan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) sebagai bagian dari sinergi Komite Stabilitas Sistem Keuangan (KSSK).
“Mengenai stance atau pertimbangan dari Bank Indonesia yang selalu berusaha untuk menstabilkan rupiah, setahu saya BI tidak menargetkan level tertentu tetapi BI selalu berusaha untuk mengurangi tingkat volatilitas dan pergerakan rupiah itu supaya lebih predictable,” ujar Anggito.
Sementara itu, rupiah dibuka menguat terhadap dolar AS pada perdagangan Jumat pagi (23/1/2026). Mengacu data Refinitiv, rupiah terapresiasi 0,47% ke posisi Rp16.800 per dolar AS, melanjutkan penguatan sehari sebelumnya ketika ditutup naik 0,30% di level Rp16.880 per dolar AS.

