BERITA TERKINI
Survei Reuters: Ekonom Kompak Perkirakan The Fed Tahan Suku Bunga pada Rapat Januari

Survei Reuters: Ekonom Kompak Perkirakan The Fed Tahan Suku Bunga pada Rapat Januari

Jajak pendapat Reuters yang diterbitkan Rabu menunjukkan para ekonom sepakat Federal Reserve (The Fed) diperkirakan akan mempertahankan suku bunga kebijakannya pada rapat Januari.

Seluruh 100 ekonom yang disurvei memproyeksikan suku bunga federal funds tetap berada di kisaran 3,50%–3,75% pada pertemuan 27–28 Januari. Survei juga mencatat perubahan pandangan dibandingkan jajak pendapat Desember: 58% responden kini memperkirakan tidak ada perubahan suku bunga sepanjang kuartal pertama, sementara pada survei sebelumnya setidaknya ada perkiraan pemangkasan pada Maret.

Menurut hasil survei, ekspektasi pertumbuhan ekonomi yang kuat serta inflasi yang masih berada di atas target 2% The Fed dinilai membatasi ruang pemangkasan suku bunga dalam waktu dekat. Meski demikian, mayoritas ekonom tetap memperkirakan setidaknya dua kali penurunan suku bunga pada akhir tahun ini.

Di luar kuartal pertama, survei tidak menunjukkan konsensus yang kuat. Di tengah ketidakpastian yang tetap tinggi, 55 dari 100 ekonom memperkirakan pemangkasan suku bunga akan berlanjut pada Juni atau setelahnya, setelah masa jabatan Jerome Powell sebagai Ketua The Fed berakhir pada Mei.

Survei juga memperlihatkan peningkatan moderat pada prospek pertumbuhan ekonomi Amerika Serikat. Para ekonom kini memperkirakan ekonomi AS tumbuh 2,3% pada 2026 dan 2,0% pada 2027, setelah diproyeksikan naik 2,2% pada 2025. Proyeksi ini sedikit lebih kuat dibandingkan jajak pendapat Desember, ketika responden memperkirakan pertumbuhan masing-masing sebesar 2,0%, 1,9%, dan 2,0%.

Di pasar, Indeks Dolar AS (DXY)—yang mengukur kekuatan greenback terhadap enam mata uang utama—diperdagangkan di sekitar 98,48, dekat level terendah dua pekan, melanjutkan pelemahan selama tiga hari berturut-turut.

Data pergerakan harian juga menunjukkan variasi kinerja dolar terhadap mata uang utama. Dalam tabel perubahan persentase yang disertakan, dolar AS tercatat menjadi yang terkuat terhadap pound Inggris.