BERITA TERKINI
Survei BI: Kinerja Dunia Usaha Triwulan IV-2025 Tetap Terjaga Meski Melambat

Survei BI: Kinerja Dunia Usaha Triwulan IV-2025 Tetap Terjaga Meski Melambat

Bank Indonesia (BI) mencatat kinerja kegiatan dunia usaha pada triwulan IV-2025 masih terjaga. Hal itu tercermin dari hasil Survei Kegiatan Dunia Usaha (SKDU) yang menunjukkan nilai Saldo Bersih Tertimbang (SBT) sebesar 10,61 persen.

Meski demikian, capaian tersebut lebih rendah dibandingkan triwulan III-2025 yang mencatat SBT 11,55 persen.

Direktur Eksekutif Departemen Komunikasi BI, Ramdan Denny Prakoso, menyampaikan mayoritas lapangan usaha mencatat kinerja positif. SBT tertinggi tercatat pada lapangan usaha jasa keuangan (1,95 persen). Kinerja positif juga terlihat pada perdagangan besar dan eceran serta reparasi mobil dan motor (1,21 persen), industri pengolahan (1,18 persen), administrasi pemerintahan, pertahanan dan jaminan sosial wajib (1,02 persen), informasi dan komunikasi (0,90 persen), serta penyediaan akomodasi dan makan minum (0,77 persen).

Menurut Denny, kondisi tersebut sejalan dengan meningkatnya aktivitas pada periode Hari Besar Keagamaan Nasional (HBKN) Natal dan tahun baru yang turut mendorong permintaan domestik.

Dalam survei yang sama, BI mencatat kapasitas produksi terpakai pada triwulan IV-2025 berada di level 73,15 persen. Angka ini lebih rendah dibandingkan triwulan III-2025 sebesar 73,84 persen, namun lebih tinggi dibandingkan triwulan IV-2024 yang tercatat 72,91 persen.

Perkembangan kapasitas produksi tersebut ditopang oleh beberapa lapangan usaha, antara lain pengadaan listrik serta pengadaan air, pengelolaan sampah, limbah, dan daur ulang.

BI juga melaporkan keuangan dunia usaha secara umum tetap dalam kondisi baik, baik dari sisi likuiditas maupun rentabilitas, dengan akses kredit yang dinilai lebih mudah.

Ke depan, responden memperkirakan kegiatan usaha pada triwulan I-2026 akan meningkat dengan SBT 12,93 persen. Proyeksi ini lebih tinggi dibandingkan SBT triwulan IV-2025 (10,61 persen) maupun SBT triwulan I-2025 (7,63 persen).

Peningkatan kegiatan usaha pada triwulan I-2026 diperkirakan terutama terjadi pada pertanian, kehutanan, dan perikanan (SBT 1,95 persen) seiring masuknya musim panen. Selain itu, kenaikan juga diprakirakan pada industri pengolahan (1,55 persen), transportasi dan pergudangan (1,17 persen), serta perdagangan besar dan eceran dan reparasi mobil dan motor (1,24 persen), sejalan dengan meningkatnya permintaan masyarakat pada periode Ramadan dan HBKN Idulfitri 1447 H.