Dalam dua bulan terakhir, suku bunga deposito di sebagian besar bank kembali meningkat. Rata-rata suku bunga deposito tenor 6 bulan kini telah melampaui 7% per tahun. Sejumlah bank juga menyesuaikan suku bunga untuk tenor yang lebih panjang ke level di atas 8%, bahkan mendekati 9% per tahun.
Kenaikan suku bunga deposito tersebut berjalan beriringan dengan peningkatan suku bunga pinjaman, khususnya kredit pemilikan rumah (KPR). Kondisi ini memberi tekanan pada peminjam yang sebelumnya mengambil kredit dengan skema bunga mengambang.
Sejak awal Januari, hasil penelusuran menunjukkan banyak bank menyesuaikan suku bunga untuk pinjaman properti. Suku bunga tetap dilaporkan naik sekitar 0,5% hingga 4% dibandingkan Desember 2025. Meski begitu, perbankan masih menawarkan sejumlah insentif bagi peminjam, seperti memperpanjang masa tenggang pembayaran pokok, menaikkan plafon pinjaman hingga 90–95% dari kebutuhan modal, serta menyediakan opsi pinjaman yang lebih fleksibel bagi pembeli rumah.
Di kelompok empat bank terbesar (BIG 4), Agribank mengumumkan penyesuaian suku bunga pinjaman yang diterapkan pada pinjaman belum lunas bagi kaum muda di bawah 35 tahun yang membeli perumahan sosial pada periode 1 Januari hingga 30 Juni. Dalam skema tersebut, suku bunga pinjaman Agribank ditetapkan 2% lebih rendah per tahun dibandingkan suku bunga pinjaman rata-rata jangka menengah dan panjang dalam mata uang VND dari empat bank komersial milik negara (Agribank, BIDV, Vietcombank, dan VietinBank) untuk lima tahun pertama pinjaman, dihitung dari tanggal pencairan pertama. Suku bunga yang berlaku adalah 5,6% per tahun.
VietinBank menawarkan suku bunga KPR 6% per tahun untuk 12 bulan pertama dalam periode preferensial. Setelah itu, suku bunga mengikuti pergerakan pasar dan disebut berada pada kisaran 8–9% per tahun, tergantung tenor dan paket pinjaman.
Sementara itu, BIDV saat ini memiliki dua paket standar KPR yang ditujukan bagi nasabah berusia 18 tahun ke atas yang memenuhi persyaratan kredit. Rinciannya, suku bunga 6,5% per tahun selama 12 bulan untuk pinjaman dengan tenor minimum 36 bulan, atau 7,0% per tahun selama 18 bulan untuk pinjaman dengan tenor minimum 60 bulan.
Di Vietcombank, nasabah dapat memilih paket suku bunga tetap 12 bulan dengan bunga 7,0% per tahun, atau paket suku bunga tetap 18 bulan dengan rincian 6 bulan pertama 6,5% per tahun dan 12 bulan berikutnya 7,5% per tahun.
Di sektor bank swasta, suku bunga preferensial cenderung rendah namun umumnya hanya berlaku pada tiga bulan pertama. Setelah periode tersebut, suku bunga meningkat dan disebut berada di atas 11% per tahun, dengan kenaikan maksimum hingga 4% per tahun dibandingkan jadwal suku bunga tahun 2025.
PVComBank, misalnya, meluncurkan paket pinjaman preferensial bertajuk “Perjalanan Baru, Wujudkan Impian Anda” dengan suku bunga mulai 3,99% per tahun untuk tiga bulan pertama, lalu 12% per tahun untuk bulan-bulan berikutnya. Paket ini juga menawarkan masa tenggang pembayaran pokok selama 36 bulan dan tersedia hingga akhir Januari 2026.
VIB Bank menawarkan tiga paket KPR: suku bunga preferensial 7,5% untuk tiga bulan pertama, 8,5% untuk enam bulan berikutnya, dan 9,5% untuk 12 bulan pertama. Setelah itu, suku bunga menjadi mengambang mulai dari 11,5% per tahun. Contoh perhitungan yang disampaikan menunjukkan bahwa untuk skema suku bunga tetap 6,9% selama 12 bulan, mulai bulan ke-13 suku bunga dihitung dari suku bunga pinjaman properti (saat ini sekitar 8,5%) ditambah margin sekitar 2,8%, sehingga setara dengan suku bunga aktual sekitar 11,3% per tahun.
HDBank juga memiliki tiga paket pinjaman, yakni suku bunga 6,0% per tahun untuk enam bulan pertama, 6,5% per tahun untuk 12 bulan pertama, serta 8,0% per tahun untuk 24 bulan pertama. GPBank menawarkan pilihan suku bunga tetap 6,5% untuk enam bulan, 7,0% tetap untuk 12 bulan, atau 7,5% tetap untuk 18 bulan.
Secara umum, paket KPR dari bank swasta kerap menawarkan plafon pinjaman tinggi, hingga 90–95% dari kebutuhan modal atau nilai rumah. Namun, masa suku bunga preferensial relatif singkat, sehingga nasabah perlu mencermati besaran suku bunga setelahnya yang umumnya berada di atas 11% dan pada beberapa kasus dapat mencapai 14% per tahun.

