Gubernur Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) Sri Sultan Hamengku Buwono X meminta Kamar Dagang dan Industri (KADIN) memperkuat struktur perekonomian daerah agar pertumbuhan ekonomi dapat meningkatkan daya saing yang tangguh dan inklusif.
Menurut Sri Sultan, KADIN perlu berperan sebagai penghubung kepentingan pengusaha kecil dan pengusaha besar. Selain itu, KADIN juga diharapkan mampu mensinergiskan kebijakan pemerintah dengan dunia usaha, serta mengaitkan potensi lokal dengan peluang global.
Pernyataan tersebut disampaikan Sri Sultan pada Selasa, 3 Februari 2026, dalam Pelantikan Pengurus KADIN DIY Masa Bakti 2025–2030 yang digelar di The Alana Yogyakarta Hotel & Convention Center. Dalam kesempatan itu, ia menekankan pentingnya semangat gotong-royong, khususnya untuk memperkuat ekosistem usaha di wilayah DIY.
Sri Sultan berharap KADIN DIY dapat melahirkan lebih banyak local champion di berbagai sektor strategis, seperti pangan, UMKM, ekonomi kreatif, serta industri kecil dan menengah, guna mendorong pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan.
Ia juga menggambarkan dunia usaha seperti bambu yang luwes namun tetap tegak di tengah perubahan. Menurutnya, dinamika global bergerak cepat, rantai pasok terus bergeser seiring perubahan pola konsumsi, dan perkembangan teknologi berlangsung tanpa jeda.
Meski demikian, Sri Sultan menilai kemajuan tetap ditentukan oleh pola kepemimpinan yang efektif dalam membaca kebutuhan. Ia menekankan bahwa keberhasilan tidak semata bergantung pada mesin dan modal, melainkan pada kejernihan berpikir, ketajaman rasa, serta kebijaksanaan dalam mengambil keputusan.
Sri Sultan menambahkan, kegagalan organisasi dalam memanfaatkan inovasi kerap bukan karena keterbatasan teknologi, tetapi akibat ketidakmampuan pemimpin menata ulang proses kerja, budaya organisasi, dan kapasitas sumber daya manusia.

