BERITA TERKINI
Sorotan Ekonomi Global 6 Februari 2026: Bitcoin Tertekan, Saham BYD Merosot, hingga Bijih Besi di Bawah US$100 per Ton

Sorotan Ekonomi Global 6 Februari 2026: Bitcoin Tertekan, Saham BYD Merosot, hingga Bijih Besi di Bawah US$100 per Ton

Sejumlah perkembangan penting mewarnai pasar dan sektor industri global pada awal Februari 2026, mulai dari tekanan tajam pada aset kripto, pelemahan saham produsen kendaraan listrik di China, rencana pembukaan rute penerbangan internasional baru, hingga turunnya harga komoditas bijih besi.

Bitcoin jatuh ke level terendah sejak November 2024

Pada sesi perdagangan 5 Februari, Bitcoin turun 13% dan menembus level US$64.000 di tengah intensifikasi aksi jual serta meningkatnya keraguan terhadap prospek aset digital tersebut. Mata uang kripto terbesar itu sempat menyentuh US$62.303,19, yang menjadi level terendah sejak November 2024.

Tekanan jual disebut menguat setelah Bitcoin sempat menembus level di atas US$70.000. Pergerakan ini turut membawa harga mendekati level yang tercatat sebelum pemilihan presiden Amerika Serikat pada 2024.

Saham BYD anjlok, kekhawatiran terhadap profitabilitas industri EV China

Di sektor kendaraan listrik, aksi jual saham BYD telah memangkas lebih dari US$60 miliar nilai pasar perusahaan sejak Mei. Perkembangan ini mencerminkan kekhawatiran investor terhadap prospek keuntungan industri kendaraan listrik China.

Saham BYD yang tercatat di Wilayah Administratif Khusus Hong Kong (China) melanjutkan tren penurunan dan turun 7% pada pekan lalu. Pelemahan terjadi setelah angka penjualan tidak memenuhi ekspektasi investor, yang kemudian memberi dampak negatif pada sentimen di industri secara lebih luas.

IndiGo berencana membuka rute langsung New Delhi–Shanghai

Maskapai terbesar di India, IndiGo, disebut berencana meluncurkan penerbangan langsung antara New Delhi dan Shanghai. Jika memperoleh persetujuan, rute ini akan menjadi penerbangan langsung ketiga yang menghubungkan kedua negara.

Sumber-sumber menyebutkan peluncuran rute ditargetkan pada akhir Maret atau awal April, bergantung pada persetujuan regulator.

Harga bijih besi turun di bawah US$100 per ton

Di pasar komoditas, harga bijih besi turun ke bawah US$100 per ton pada 6 Februari seiring melemahnya permintaan di China menjelang Tahun Baru Imlek serta munculnya tanda-tanda kelebihan pasokan.

Di pasar Singapura, harga berjangka bijih besi dengan kandungan besi 61% turun 1,3% menjadi US$99,35 per ton. Terakhir kali harga bijih besi diperdagangkan di bawah US$100 per ton terjadi pada Agustus tahun lalu.