BERITA TERKINI
Simulasi Bloomberg Intelligence: Indonesia Dinilai Masih Relatif Aman dari Risiko Downgrade MSCI

Simulasi Bloomberg Intelligence: Indonesia Dinilai Masih Relatif Aman dari Risiko Downgrade MSCI

Kekhawatiran pelaku pasar terhadap potensi penurunan status Indonesia dari emerging market (EM) menjadi frontier market oleh MSCI kembali mengemuka menjelang peninjauan berikutnya yang dijadwalkan pada Mei. Status EM dinilai penting karena bukan sekadar label kategori, melainkan turut memengaruhi arah aliran dana asing global yang berbasis indeks.

Meski demikian, laporan terbaru Bloomberg Intelligence menilai probabilitas penurunan peringkat Indonesia masih relatif kecil. Equity Strategist Bloomberg Intelligence, Sufianti, menyatakan uji tekanan menunjukkan penurunan free float saja tidak akan melanggar kriteria pasar negara berkembang MSCI, dan Indonesia masih mencatat skor yang baik dari sisi aksesibilitas pasar.

Pernyataan tersebut muncul di tengah meningkatnya spekulasi bahwa menyusutnya free float saham-saham domestik dapat membuat Indonesia tidak lagi memenuhi ambang batas indeks EM. Namun, berdasarkan simulasi tim Bloomberg Intelligence, bahkan jika porsi saham yang diperhitungkan dapat dimiliki investor asing (foreign inclusion factor) diturunkan secara drastis—misalnya menjadi 10% bahkan 5%—sejumlah saham Indonesia disebut masih tetap memenuhi batas minimum ukuran pasar yang dipersyaratkan MSCI.

Mengacu pada kerangka MSCI per Juni 2025, sebuah negara dapat mempertahankan status EM apabila memiliki kapitalisasi pasar minimum yang disesuaikan dengan free float sebesar US$1,482 miliar, setidaknya satu saham yang memenuhi kriteria tersebut, serta rasio nilai transaksi tahunan (Annual Traded Value Ratio) sebesar 15%.