BERITA TERKINI
Sentimen Global Memburuk, Bitcoin Terkoreksi ke Kisaran US$89.000

Sentimen Global Memburuk, Bitcoin Terkoreksi ke Kisaran US$89.000

Bitcoin (BTC) kembali berada di bawah tekanan dalam 24 jam terakhir seiring memburuknya sentimen pasar global. Harga BTC tercatat melemah sekitar 4% dan bergerak di kisaran US$89.000 atau setara Rp1.508.655.887.

Di tengah koreksi tersebut, dominasi pasar Bitcoin (BTC.D) masih relatif kuat di level 59,75%. Kondisi ini mencerminkan posisi Bitcoin sebagai aset utama di pasar kripto, meski volatilitas meningkat.

Tekanan jual di pasar kripto semakin terasa pada Rabu (21/1) ketika harga Bitcoin sempat turun hingga menyentuh level US$87.800. Koreksi ini dikaitkan dengan sikap risk-off investor global di tengah gejolak pasar obligasi Jepang serta meningkatnya ketegangan perdagangan internasional.

Sentimen negatif turut diperkuat oleh pernyataan Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, yang mengancam akan memberlakukan tarif baru mulai 1 Februari apabila kesepakatan terkait Greenland tidak tercapai.

Dari sisi fundamental, tekanan harga jangka pendek disebut tidak sepenuhnya mengubah minat institusional terhadap Bitcoin. Dalam periode 12 hingga 19 Januari, Strategy tercatat melakukan akumulasi tambahan sebanyak 22.305 BTC dengan nilai sekitar US$2,13 miliar pada harga rata-rata US$95.284.

Michael Saylor menyatakan total kepemilikan Bitcoin perusahaan kini mencapai 709.715 BTC, atau lebih dari 3,3% dari total suplai Bitcoin dunia, dengan valuasi sekitar US$64,5 miliar. Tingginya akumulasi ini dinilai menjadi penopang sentimen jangka menengah, terutama bagi investor yang berfokus pada fundamental dan adopsi institusional.

Untuk pergerakan hari ini, Bitcoin diperkirakan bergerak fluktuatif dalam rentang US$88.000 hingga US$90.000. Investor disarankan mencermati dinamika sentimen global serta pergerakan dominasi pasar BTC sebagai salah satu indikator arah pergerakan berikutnya.