BERITA TERKINI
Sentimen Global Membaik, Rupiah Menguat dan Diproyeksi Fluktuatif Pekan Depan

Sentimen Global Membaik, Rupiah Menguat dan Diproyeksi Fluktuatif Pekan Depan

Nilai tukar rupiah menguat terhadap dolar Amerika Serikat (AS) pada akhir pekan ini. Pada perdagangan pasar spot Jumat (23/1/2026), rupiah naik 76 poin atau 0,45% ke level Rp 16.820 per dolar AS.

Penguatan pada Jumat turut mendorong kinerja rupiah sepanjang sepekan. Dibanding posisi Rp 16.887 per dolar AS pada Jumat (15/1), rupiah tercatat menguat 0,40%.

Meski demikian, pergerakan rupiah selama sepekan berlangsung volatil. Rupiah sempat mencatat penutupan terlemah sepanjang masa di level Rp 16.956 per dolar AS pada Rabu (21/1), setelah sebelumnya tertekan hingga mendekati Rp 16.950 per dolar AS di awal pekan.

Selain di pasar spot, kurs rupiah Jisdor juga menguat. Pada Jumat (23/1/2026), rupiah Jisdor naik 64 poin atau 0,38% menjadi Rp 16.838 per dolar AS. Dalam sepekan, rupiah Jisdor menguat 0,25%.

Kepala Ekonom Permata Bank Josua Pardede menilai penguatan rupiah didorong membaiknya sentimen global setelah rencana tarif AS terkait Greenland dibatalkan. Menurutnya, perkembangan tersebut memulihkan sentimen risk-on di pasar keuangan global yang tercermin dari penguatan mayoritas mata uang Asia.

Adapun tekanan pada awal pekan disebut dipicu kekhawatiran investor terhadap isu independensi Bank Indonesia serta potensi pelebaran defisit APBN, di tengah sentimen risk-off akibat ancaman tarif AS terhadap Uni Eropa. Sentimen pasar kemudian berangsur membaik setelah Bank Indonesia menahan suku bunga acuannya dan menegaskan komitmen menjaga stabilitas nilai tukar.

Untuk pekan depan, Josua memperkirakan rupiah masih akan bergerak fluktuatif dengan kecenderungan sideways menjelang pengumuman hasil rapat Federal Open Market Committee (FOMC). Ia memproyeksikan rupiah berpotensi bergerak di kisaran Rp 16.775 hingga Rp 16.925 per dolar AS.