BERITA TERKINI
Sektor IKFT Tumbuh 5,92% pada Triwulan III 2025, Ekspor Januari–Agustus Capai USD 35,25 Miliar

Sektor IKFT Tumbuh 5,92% pada Triwulan III 2025, Ekspor Januari–Agustus Capai USD 35,25 Miliar

Di tengah dinamika global, sektor Industri Kimia, Farmasi, dan Tekstil (IKFT) dinilai tetap menunjukkan ketahanan dengan mempertahankan kontribusi yang signifikan terhadap pertumbuhan industri pengolahan.

Pada Triwulan III 2025, sektor IKFT mencatat pertumbuhan 5,92% dan berkontribusi 3,88% terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) nasional. Kinerja ini lebih ekspansif dibanding pertumbuhan Industri Pengolahan Nonmigas yang tercatat 5,58% secara tahunan (year-on-year/YoY).

Dari sisi perdagangan luar negeri, nilai ekspor IKFT pada periode Januari hingga Agustus 2025 mencapai USD 35,25 miliar, sementara impor tercatat USD 32,31 miliar. Produk kimia, pakaian jadi, serta kulit dan alas kaki disebut menjadi penopang utama ekspor. Di saat yang sama, tingginya impor bahan baku kimia dinilai mencerminkan perlunya penguatan struktur industri hulu di dalam negeri.

Secara agregat, utilisasi kapasitas industri IKFT berada di kisaran 60%. Capaian ini turut terdorong oleh kebijakan hilirisasi, terutama pada industri kimia berbasis migas dan bahan galian bukan logam.

Penguatan sektor ini juga tercermin pada realisasi investasi. Pada periode Januari hingga September 2025, investasi di sektor IKFT mencapai Rp142,15 triliun, meningkat dibanding Rp116,54 triliun pada periode yang sama tahun sebelumnya.

Dari sisi ketenagakerjaan, sektor IKFT menyerap 6,7 juta tenaga kerja hingga Februari 2025, atau sekitar 4,6% dari total tenaga kerja nasional.

Pemerintah menyatakan komitmen untuk memperkuat struktur industri nasional secara menyeluruh guna mendukung target transformasi ekonomi sebagaimana tertuang dalam RPJPN 2025–2045. Upaya tersebut mencakup peningkatan kontribusi industri pengolahan terhadap PDB hingga 21,9% serta percepatan laju pertumbuhan ekonomi nasional menuju 8% pada 2029.

Dalam kerangka itu, sektor IKFT diarahkan menjadi motor penggerak melalui peningkatan konsumsi domestik, optimalisasi investasi, percepatan ekspor, dan penguatan substitusi impor. Direktur Jenderal Industri Kimia, Farmasi, dan Tekstil (IKFT) Taufiek menekankan pentingnya penguatan struktur industri dari hulu hingga hilir, mencakup kemandirian bahan baku, modernisasi mesin, serta percepatan transformasi digital dan ekonomi sirkular.