Perusahaan fintech lending PT Sahabat Mikro Fintek (Samir) menyambut positif rencana Bank Indonesia (BI) meluncurkan uji coba sistem Payment ID pada 17 Agustus 2025. Samir menilai inisiatif tersebut sebagai langkah menuju integrasi sistem pembayaran nasional yang lebih efisien dan aman.
Chief Technology Officer Samir, Andreas, mengatakan inovasi digital seperti Payment ID tetap perlu dikaji secara menyeluruh, terutama dari aspek perlindungan data dan privasi pengguna. Ia menyebut perusahaan masih mempelajari ketentuan teknis dan regulasi yang akan menyertai implementasi Payment ID.
Dari sisi teknis, Samir menyatakan dukungan terhadap upaya peningkatan interoperabilitas dan efisiensi sistem pembayaran. Namun, perusahaan belum sepenuhnya siap mengintegrasikan sistem tersebut karena masih menunggu kejelasan sejumlah aspek, seperti standar integrasi, keamanan data, dan mekanisme autentikasi.
Andreas menambahkan, Samir saat ini masih berada dalam tahap asesmen internal untuk memastikan kesiapan infrastruktur serta kepatuhan terhadap regulasi yang berlaku.
Payment ID merupakan kode unik yang terintegrasi dengan Nomor Induk Kependudukan (NIK) dan disebut memungkinkan pemantauan seluruh transaksi keuangan digital secara mendetail. Sistem identifikasi digital ini juga diproyeksikan menjadi instrumen baru dalam pemantauan transaksi keuangan digital serta mengefisienkan penyaluran bantuan sosial (bansos).

