BERITA TERKINI
Samarinda Perkuat Jalan Akses Industri dan Siapkan Penghubung Samarinda Utara–Sambutan

Samarinda Perkuat Jalan Akses Industri dan Siapkan Penghubung Samarinda Utara–Sambutan

Pemerintah Kota Samarinda menaruh perhatian pada tekanan lalu lintas logistik yang kian berat di sejumlah koridor menuju kawasan industri dan pergudangan, terutama di sekitar Jalan Ir Sutami, Sungai Kunjang. Kepadatan truk dan kontainer, termasuk praktik parkir di tepi hingga badan jalan, dinilai mempercepat kerusakan perkerasan serta mengganggu kenyamanan dan kelancaran lalu lintas.

Penanganan persoalan ini dipandang tidak cukup hanya dengan perbaikan fisik jalan. Pemerintah menilai perlu langkah paralel, yakni memperkuat konstruksi jalan agar tahan beban kendaraan berat sekaligus menata ulang tata ruang agar aktivitas gudang dan industri tidak menumpuk di area perkotaan yang padat.

Di koridor Ir Sutami, beban berlebih, manuver kendaraan panjang, serta aktivitas berhenti dan bongkar muat di badan jalan disebut menjadi faktor yang mempercepat kerusakan. Kondisi ini membuat perbaikan jalan berisiko berulang jika tidak disertai pengaturan kendaraan berat, termasuk pengawasan parkir dan pembatasan jam operasi.

Dari sisi kewenangan, penanganan ruas-ruas terkait memerlukan koordinasi lintas pemerintah. Sekitar 30% ruas berada pada ranah provinsi, sementara sisanya menjadi tanggung jawab Pemerintah Kota Samarinda. Pembagian kewenangan ini dinilai berpengaruh pada kecepatan dan konsistensi penanganan, sehingga sinkronisasi program dan standar teknis menjadi kebutuhan.

Selain perbaikan pada koridor logistik yang sudah ada, Pemkot Samarinda juga mematangkan rencana pembangunan jalan penghubung Samarinda Utara–Sambutan. Proyek ini diarahkan untuk memperkuat konektivitas menuju Bandara APT Pranoto sekaligus mendukung pertumbuhan pusat ekonomi baru di sekitarnya.

Dalam upaya memperpanjang umur layanan jaringan jalan, pemerintah menekankan pentingnya peningkatan kualitas material dan pekerjaan konstruksi, serta pengendalian faktor penyebab kerusakan di lapangan. Pengawasan parkir kendaraan berat, pembatasan jam operasi, dan pengaturan aktivitas logistik menjadi bagian dari langkah yang dinilai krusial agar perbaikan tidak kembali terjebak pada siklus rusak dan tambal ulang.

Dengan kombinasi perbaikan fisik, penataan ruang, dan pengaturan kendaraan berat, Samarinda menargetkan jaringan jalan menuju kawasan industri lebih andal serta mampu mendukung pergerakan barang tanpa mengorbankan keselamatan dan kenyamanan warga.