BERITA TERKINI
Lima Buku Literasi Keuangan Berating Tinggi untuk Pemula

Lima Buku Literasi Keuangan Berating Tinggi untuk Pemula

Literasi keuangan kerap menjadi tantangan bagi banyak orang dewasa karena tidak selalu diajarkan secara memadai sejak sekolah. Dampaknya, sebagian orang merasa kebingungan saat mulai belajar menabung, berinvestasi, atau menyusun anggaran. Sejumlah buku bertema personal finance yang ditulis untuk pemula bisa menjadi pintu masuk untuk memahami dasar-dasar pengelolaan uang.

Berikut lima rekomendasi buku literasi keuangan untuk pemula dengan rating tinggi di Goodreads, beserta gagasan utama yang dibahas di dalamnya.

1. The Psychology of Money — Morgan Housel (rating 4,28)
Buku ini menyoroti bagaimana perilaku dan psikologi memengaruhi keputusan finansial, alih-alih menekankan rumus matematika atau strategi investasi yang rumit. Morgan Housel menyajikan 19 cerita pendek tentang cara berbeda orang memandang uang. Ia berargumen bahwa kesuksesan finansial lebih ditentukan oleh perilaku daripada kecerdasan, karena keputusan keuangan sering terjadi dalam situasi sehari-hari yang dipengaruhi ego, kebanggaan, pemasaran, dan insentif. Salah satu pelajaran yang disorot adalah kekuatan compounding serta pentingnya memahami konsep “cukup” untuk menghindari risiko yang tidak perlu. Buku ini juga menekankan bahwa kekayaan sejati bukan tentang pamer harta, melainkan kebebasan mengontrol waktu.

2. Rich Dad Poor Dad — Robert Kiyosaki (rating 4,09)
Buku ini mengisahkan pengalaman Robert Kiyosaki yang tumbuh dengan dua figur ayah: ayah kandungnya yang berpendidikan tinggi namun kesulitan finansial, serta ayah sahabatnya yang tidak lulus SMA tetapi menjadi salah satu orang terkaya di Hawaii. Dari dua perspektif itu, Kiyosaki memperkenalkan pelajaran utama tentang perbedaan aset dan liabilitas: aset memasukkan uang ke kantong, sedangkan liabilitas mengeluarkan uang dari kantong. Ia juga memperkenalkan konsep Cash Flow Quadrant yang membagi peran ekonomi menjadi Employee, Self-Employed, Business Owner, dan Investor, serta mendorong pembaca keluar dari “rat race”. Meski disebut mendapat kritik karena dinilai menyederhanakan sejumlah hal, buku ini kerap dipandang sebagai bacaan yang memengaruhi pola pikir tentang uang dan pekerjaan.

3. I Will Teach You to Be Rich — Ramit Sethi
Ramit Sethi menawarkan program enam minggu untuk membantu pembaca menata keuangan, mulai dari memilih kartu kredit dan rekening bank, otomatisasi keuangan, investasi untuk pemula, hingga cara bernegosiasi. Sethi menekankan pentingnya otomatisasi: membangun sistem sekali agar aliran uang berjalan sesuai tujuan tanpa perlu dipikirkan terus-menerus. Ia juga memperkenalkan konsep “Conscious Spending Plan” yang berbeda dari budgeting tradisional, dengan gagasan bahwa pengeluaran tetap boleh dinikmati selama pembaca sadar ke mana uang pergi dan memastikan sesuai nilai yang diyakini. Buku ini turut menekankan bahwa selain mengurangi pengeluaran, pembaca juga dapat fokus meningkatkan pendapatan.

4. The Richest Man in Babylon — George S. Clason (rating 4,23)
Diterbitkan hampir seabad lalu, buku ini disajikan dalam bentuk dongeng berlatar Babylonia kuno. Kisahnya mengikuti Arkad, seorang penulis miskin yang menjadi orang terkaya di Babylon melalui disiplin finansial. Buku ini memuat “Seven Cures for a Lean Purse” dan “Five Laws of Gold”. Salah satu prinsip yang paling dikenal adalah anjuran menabung minimal 10% dari penghasilan sebelum membelanjakannya untuk hal lain, serta pelajaran tentang mengontrol pengeluaran agar tidak meningkat seiring naiknya pendapatan.

5. The Simple Path to Wealth — J.L. Collins (rating 4,42)
Buku yang berawal dari kumpulan surat untuk Outri Collins ini telah terjual lebih dari 400.000 kopi dan dikenal luas di komunitas Financial Independence. Collins menawarkan pendekatan sederhana: belanjakan lebih sedikit dari penghasilan, hindari utang, dan investasikan kelebihan dana ke reksa dana indeks. Dalam tahap akumulasi kekayaan, ia merekomendasikan Vanguard Total Stock Market Index Fund sebagai investasi yang dibutuhkan, tanpa perlu stock picking, timing the market, atau penasihat keuangan mahal. Collins juga membahas konsep “F-You Money” sebagai uang yang memberi kebebasan untuk tidak bergantung pada pihak lain, dengan target portofolio 25 kali pengeluaran tahunan dan acuan 4% withdrawal rate. Meski disebut sangat berfokus pada konteks Amerika Serikat, prinsip yang ditekankan mencakup tabungan tinggi, utang minimal, dan investasi jangka panjang.

Kelima buku tersebut menawarkan pendekatan yang berbeda—mulai dari psikologi uang, perubahan pola pikir, sistem pengelolaan keuangan, hingga prinsip menabung dan investasi jangka panjang—yang dapat membantu pemula membangun fondasi literasi keuangan.