Longsor di Desa Pasirlangu, Kecamatan Cisarua, Kabupaten Bandung Barat, menyisakan trauma bagi warga yang selamat. Salah satunya Sahra (19), yang berhasil menyelamatkan diri bersama bayinya, Lintang, yang baru berusia 30 hari.
Sahra menuturkan, peristiwa itu terjadi sekitar pukul 03.00 WIB, Sabtu (24/1/2025), saat ia sedang menyusui. Ia kemudian diminta ibunya keluar rumah setelah terdengar suara gemuruh yang sangat kencang. Tak lama berselang, ayahnya juga keluar dan melihat longsor sudah terjadi di depan rumah. “Aku pas lagi nyusuin dede, liat ke pinggir itu udah rata sama tanah,” kata Sahra, Minggu (25/1/2025).
Ketika Sahra keluar, tanah disebut sudah setinggi lutut. Ia membawa Lintang dan berupaya menuju jalan raya, namun akses di depan rumah tidak bisa dilewati. Sahra lalu mendobrak pintu menuju kebun untuk mencari jalur keluar. “Pas naikin bayi ini larinya ke jalan raya naik ke atas. Sambil ujan-ujanan. hujan angin ga pakai selimut apa- listrik juga mati,” ujarnya.
Lintang sempat dititipkan kepada saudaranya, sementara Sahra mencoba mengambil sejumlah barang. Namun, ia kembali diminta segera mengungsi karena terdengar gemuruh lagi. Sahra mengatakan, ketika ia sudah berada di jalan, ayahnya sempat hendak kembali ke rumah untuk mengambil barang, tetapi tanah sudah menutup seluruh rumah. Ia juga menyebut hujan lebat sudah berlangsung dalam dua hari sebelum kejadian dan hujan masih turun saat longsor terjadi.
Korban selamat lainnya, Imat, menceritakan ia mendengar gemuruh besar sekitar pukul 01.30 WIB. Saat mencoba keluar, longsor disebut langsung menerjang rumahnya sehingga anak dan ayahnya terjebak. Dalam situasi panik, Imat berusaha menarik anaknya yang sudah setengah badan tertimbun dan kemudian membantu ayahnya keluar. “Saya tarik anak biar keluar dari tanah. Saya juga buru-buru bantu ayah saya keluar,” ungkapnya.
Imat menyebut rumahnya berada di sisi jalan sehingga ia masih bisa segera menuju jalan raya. Sementara itu, ia mengatakan tetangganya sudah tidak terlihat saat kejadian. Ia juga menyampaikan bahwa saat peristiwa terjadi, terdapat sejumlah prajurit TNI yang sedang melakukan kegiatan, dan ia menduga puluhan orang ikut tertimbun.
Sementara proses evakuasi dan identifikasi korban longsor dan banjir bandang di wilayah Cisarua masih berlangsung. Hingga Sabtu (25/1/2026), tim gabungan telah mengevakuasi 16 kantong jenazah. Kabid Humas Polda Jawa Barat Kombes Pol. Hendra Rochmawan menyampaikan, tujuh korban telah teridentifikasi dan sisanya masih dalam proses identifikasi oleh tim Disaster Victim Identification (DVI).
“Dari 16 kantong jenazah, sebanyak tujuh telah teridentifikasi. Delapan lainnya masih dalam proses identifikasi,” ujar Hendra dalam keterangan resminya.
Tujuh korban yang telah teridentifikasi terdiri dari empat laki-laki dan tiga perempuan, dengan rentang usia 30 hingga 60 tahun, yakni Suryana (57), Jajang Tarta (35), Nining (40), Dadang Apung (60), Nurhayati (42), M. Kori (30), dan Lina Lismayanti (43). Identifikasi dilakukan melalui pencocokan data antemortem dan postmortem oleh tim forensik.

