Saham PT Petrosea Tbk (PTRO) ditutup melemah 14,85% dan menyentuh auto rejection bawah (ARB) pada perdagangan Jumat, 23 Januari 2026. PTRO berakhir di level 9.175 setelah dibuka pada harga 10.225, di tengah tekanan jual yang berlangsung sepanjang sesi.
Data perdagangan mencatat nilai transaksi PTRO mencapai Rp2,54 triliun dengan volume 2,71 juta lot. Frekuensi transaksi mencapai 95.321 kali, menjadi yang tertinggi di kelompok saham top losers pada hari tersebut. Aktivitas perdagangan terlihat padat sejak awal hingga penutupan pasar.
Pergerakan harga PTRO cenderung melemah sejak pembukaan. Setelah sempat bergerak di atas level 10.000 pada awal sesi, harga turun bertahap hingga menyentuh batas ARB di 9.175. Pada level itu, saham terkunci sampai akhir perdagangan.
Dari sisi antrean, penawaran jual mendominasi di harga penutupan. Antrean jual terbesar tercatat di 9.175 dengan total penawaran mencapai puluhan ribu lot, sementara minat beli di bawah harga penutupan terlihat terbatas sepanjang sesi.
Arus dana asing menunjukkan tekanan jual bersih. Investor asing membukukan net sell Rp58,69 miliar di pasar reguler, dengan nilai pembelian asing Rp398,35 miliar dan nilai penjualan asing Rp457,03 miliar.
Komposisi transaksi memperlihatkan dominasi investor domestik. Data Foreign-Domestic Activity mencatat porsi transaksi domestik sebesar 83,18% dari total nilai perdagangan, sedangkan porsi investor asing berada di level 16,82%.
Ringkasan broker menunjukkan pembelian domestik menonjol di tengah pelemahan harga. Stockbit Sekuritas Digital (XL) tercatat sebagai pembeli bersih terbesar dengan nilai beli Rp160,3 miliar dan volume 171,4 ribu lot pada harga rata-rata 9.380. Mandiri Sekuritas (CC) juga mencatatkan pembelian bersih Rp90,4 miliar dengan volume 96,8 ribu lot di harga rata-rata 9.357.
Di sisi penjualan, tekanan datang dari sejumlah broker asing. OCBC Sekuritas Indonesia (TP) mencatatkan penjualan bersih Rp45,9 miliar dengan volume 50 ribu lot pada harga rata-rata 9.175. CLSA Sekuritas Indonesia (KZ) juga melepas saham dengan nilai Rp30,7 miliar pada harga rata-rata 9.378. JP Morgan Sekuritas Indonesia (BK) tercatat melakukan penjualan senilai Rp6,1 miliar di kisaran harga 9.542.
Jika ditarik ke beberapa hari sebelumnya, tekanan jual pada PTRO tercatat telah berlangsung dalam beberapa sesi terakhir. Pada 22 Januari 2026, PTRO ditutup di 10.775 dengan net foreign sell Rp54,96 miliar. Sehari sebelumnya, 21 Januari 2026, saham ini ditutup di 12.375 dengan net foreign buy Rp38,92 miliar.
Sebelum tekanan jual menguat, PTRO sempat mencatat pembelian bersih asing yang besar pada 20 Januari 2026 sebesar Rp211,25 miliar, serta net foreign buy Rp88,62 miliar pada 19 Januari 2026. Perubahan arus dana tersebut tercermin pada fluktuasi harga dalam rentang waktu tersebut.
Sepanjang perdagangan Jumat, PTRO tidak kembali keluar dari zona ARB hingga penutupan, seiring antrean jual yang tetap mendominasi. Seluruh transaksi tercatat berlangsung di pasar reguler.

