Sektor kecerdasan buatan (AI) kembali menjadi sorotan pelaku pasar. Meski Nvidia Corp membukukan kinerja sesuai ekspektasi, pergerakan saham perusahaan tersebut yang lesu justru menekan sentimen. Pada saat yang sama, saham perusahaan perangkat lunak mulai menunjukkan pemulihan, sementara obligasi pemerintah AS (Treasury) menguat.
Di Asia, pergerakan pasar berjangka ekuitas terpantau beragam. Kontrak untuk indeks acuan teknologi di Jepang dan Korea Selatan melemah, mengikuti sesi perdagangan saham semikonduktor yang suram di Amerika Serikat. Sebaliknya, pasar Australia dan Hong Kong tercatat menguat tipis.
Di Wall Street, indeks S&P 500 turun 0,5% dan Nasdaq 100 merosot 1,2%. Saham Nvidia jatuh 5,5%, menjadi penurunan harian terburuk sejak April tahun lalu, sekaligus membebani kelompok saham raksasa “Magnificent Seven”. Namun, indeks saham perangkat lunak justru naik 2,2% dan mencatatkan penguatan untuk hari ketiga berturut-turut seiring tren pemulihan yang dinilai semakin solid.
Arus berita terkait AI berlanjut setelah penutupan pasar. Saham Block Inc, perusahaan pembayaran milik Jack Dorsey, melonjak lebih dari 20% dalam perdagangan setelah jam bursa setelah muncul kabar rencana pemangkasan hampir separuh tenaga kerja—sekitar 4.000 posisi—untuk berfokus pada AI. Sementara itu, saham Dell Technologies Inc juga menguat dalam perdagangan tambahan setelah perusahaan menyampaikan prospek penjualan server AI yang lebih baik dari perkiraan.

