BERITA TERKINI
Saham Bank-Bank AS Turun Menjelang Tenggat Usulan Batas Bunga Kartu Kredit 10%

Saham Bank-Bank AS Turun Menjelang Tenggat Usulan Batas Bunga Kartu Kredit 10%

Saham-saham perbankan Amerika Serikat melemah pada Selasa (20/1/2026) di tengah penantian investor terkait tenggat waktu yang ditetapkan pemerintahan Presiden Donald Trump untuk menerapkan pembatasan suku bunga kartu kredit sebesar 10%.

Pemerintah AS menyatakan usulan pembatasan bunga kartu kredit tersebut ditujukan untuk meningkatkan keterjangkauan bagi konsumen. Namun, perbankan memperingatkan kebijakan itu berisiko mengurangi ketersediaan kredit karena bank dinilai tidak dapat menetapkan harga yang sepadan dengan risiko pinjaman kartu kredit tanpa jaminan.

Trump meminta perusahaan mematuhi aturan tersebut mulai Selasa (20/1/2026). Meski demikian, belum jelas apakah kebijakan itu dapat diterapkan secara sepihak tanpa dukungan undang-undang.

Di pasar, saham JPMorgan Chase turun 3,1%, Citigroup anjlok 4,4%, dan Wells Fargo melemah 1,9%. Saham bank investasi Morgan Stanley turun 3,7%, sementara Goldman Sachs terkoreksi 1,9%.

Kepala strategi ekonomi Annex Wealth Management, Brian Jacobsen, menilai ketidakpastian kebijakan menjadi salah satu faktor yang membebani pasar. Menurutnya, tekanan ini bisa mereda jika langkah tersebut lebih merupakan dorongan kepada Kongres untuk bertindak, bukan kebijakan spesifik dari kantor eksekutif.

Dari Davos, CEO Citigroup Jane Fraser mengatakan kepada CNBC pada Selasa bahwa ia tidak mengharapkan Kongres AS menyetujui pembatasan suku bunga kartu kredit. Ia menyebut presiden tepat menyoroti isu keterjangkauan, tetapi menilai pembatasan suku bunga tidak akan baik bagi perekonomian AS.

Sepekan sebelumnya, para eksekutif JPMorgan, termasuk CEO Jamie Dimon, juga memperingatkan langkah tersebut dapat merugikan konsumen. JPMorgan turut mengisyaratkan bahwa “semuanya mungkin terjadi” ketika ditanya apakah mereka akan menempuh jalur hukum.

Usulan pembatasan suku bunga kartu kredit muncul di tengah meningkatnya penolakan pemerintahan Trump terhadap sektor perbankan. Presiden menilai bank telah membatasi layanan keuangan untuk sejumlah industri kontroversial. Pemerintah juga meluncurkan penyelidikan terhadap Ketua Federal Reserve Jerome Powell.

Asosiasi Perbankan Amerika, dengan mengutip data baru dari penerbit kartu kredit, menyatakan setidaknya 137 juta pemegang kartu dan hingga 159 juta orang tidak akan lagi dapat menggunakan kartu mereka apabila pembatasan suku bunga diterapkan.

Sementara itu, survei Asosiasi Perbankan Konsumen menyebut enam dari 10 orang dewasa di AS memperkirakan pembatasan suku bunga akan membuat bank menaikkan biaya serta mengurangi total persetujuan kartu kredit. Presiden CBA, Lindsey Johnson, mengatakan pembatasan suku bunga yang diberlakukan pemerintah berpotensi merugikan konsumen dengan mengurangi akses kredit, membahayakan program hadiah kartu kredit, dan mengancam perekonomian secara luas.

CEO U.S. Bancorp, Gunjan Kedia, juga menyatakan usulan pembatasan bunga kartu kredit 10% akan berdampak besar pada nasabahnya. Ia memperkirakan lebih dari 90% klien U.S. Bancorp akan merasakan dampak buruk jika pembatasan 10% diterapkan secara menyeluruh.

Sejumlah analis menilai penerbit kartu dapat menempuh langkah penyesuaian melalui penawaran inovatif, seperti suku bunga lebih rendah untuk kartu tertentu, kartu tanpa imbalan yang mengenakan bunga 10%, atau penetapan batas kredit lebih rendah. Analis TD Cowen dalam catatannya menyebut mereka melihat adanya upaya kompromi politik agar Presiden tidak mendorong Kongres AS memberlakukan batas 10% pada suku bunga kartu kredit.