BERITA TERKINI
RUPS PT Sari Mutiara Digelar di Medan, Pemegang Saham Soroti Transparansi Laporan Keuangan dan Aset

RUPS PT Sari Mutiara Digelar di Medan, Pemegang Saham Soroti Transparansi Laporan Keuangan dan Aset

Rapat umum pemegang saham (RUPS) PT Sari Mutiara digelar di Hotel Emerald Garden Medan, Rabu, 25 Maret 2026. RUPS perusahaan yang didirikan pasangan almarhum Washington Purba dan almarhumah Sauriah Sitanggang itu dihadiri para ahli waris yang juga pemegang saham, yakni Parlindungan Purba yang diwakili kuasa hukumnya, dr Tuahman Purba, Matius Purba (anak almarhum Maruli Purba), Panusunan Purba, Ivan Elisabet Purba, Juneti Purba, dan Sondang Purba.

Rapat berlangsung tertutup dan dipimpin Direktur PT Sari Mutiara, Ferry Iskandar. Usai rapat, Ferry enggan menyampaikan keterangan mengenai hasil RUPS kepada wartawan.

“Sudah selesai, nanti soal keterangan langsung ke para pemegang saham saja ya,” kata Ferry Iskandar singkat.

Sementara itu, dr Tuahman Purba menyampaikan kekecewaannya terhadap kinerja direktur yang dinilainya tidak profesional. Menurutnya, dalam rapat tersebut laporan keuangan dan laporan aset tidak dapat ditunjukkan secara transparan.

“Validitas aset-aset PT tidak dapat ditunjukkan, padahal itu kita pertanyakan mengingat aset itu adalah bagian penting dalam perusahaan,” ujar Tuahman.

Selain soal aset, Tuahman juga menyoroti laporan keuangan yang dinilainya tidak akuntabel. Ia mengatakan direktur tidak mampu menunjukkan laporan keuangan tertulis secara lengkap dan hanya menyampaikan secara lisan.

“Yang bersangkutan hanya menyampaikan secara lisan. Bagaimana mungkin laporan PT Sari Mutiara hanya disampaikan secara lisan. Padahal laporan keuangan itu harusnya bisa dilihat, bisa dicatat dan bisa dihitung. Nah, dalam rapat tadi rekening koran saja tidak bisa ditunjukkan,” katanya.

Atas kondisi tersebut, Tuahman berharap Ferry Iskandar diganti dari jabatan direktur. Ia menyebut hasil RUPS secara umum diterima, namun disertai banyak catatan.

“Hasil RUPS tadi akhirnya diterima karna kami bertiga kalah voting saja. Sementara 4 lainnya menyatakan menerima. Nah, dalam RUPS kedepan kami akan minta itu kembali,” pungkasnya.