Nilai tukar rupiah yang nyaris menembus level Rp 17.000 per dolar Amerika Serikat (AS) memicu kekhawatiran di kalangan pengusaha. Dalam tiga hari perdagangan berturut-turut, kurs referensi Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (Jisdor) Bank Indonesia (BI) mencatat rupiah masih bertahan di atas Rp 16.900 per dolar AS.
Pada perdagangan Rabu (21/1), Jisdor menunjukkan dolar AS berada di level Rp 16.963. Angka ini jauh melampaui asumsi nilai tukar yang tercantum dalam Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN), yakni Rp 16.500 per dolar AS.
Seiring pelemahan rupiah pada awal tahun ini, Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia serta Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) menyatakan terus mencermati perkembangan pergerakan kurs.

