BERITA TERKINI
Rosan Roeslani Bertemu Moody’s di New York, Bahas Ketahanan Ekonomi dan Tata Kelola Danantara

Rosan Roeslani Bertemu Moody’s di New York, Bahas Ketahanan Ekonomi dan Tata Kelola Danantara

Menteri Investasi/Kepala BKPM sekaligus CEO Danantara, Rosan Roeslani, melakukan pertemuan dengan jajaran Moody’s Ratings di New York, Amerika Serikat. Pertemuan ini disebut sebagai bagian dari upaya memperkuat pemahaman global mengenai arah kelembagaan Danantara serta fondasi ketahanan ekonomi Indonesia.

Rosan menyampaikan informasi tersebut melalui unggahan di Instagram pribadinya pada Jumat (27/2/2026). Dalam keterangannya, ia menilai dialog dengan lembaga pemeringkat internasional penting bagi persepsi investor global terhadap Indonesia.

Pertemuan berlangsung di kantor Moody’s Corporation, New York, pada Selasa (24/2/2026). Menurut Rosan, pembahasan mencakup sejumlah aspek fundamental ekonomi Indonesia, antara lain stabilitas makroekonomi, disiplin fiskal, dan tata kelola kelembagaan.

“Pertemuan dengan jajaran Moody’s Ratings, termasuk Chrissy Haslam di New York, menjadi bagian penting dalam memperkuat pemahaman global terhadap arah kelembagaan Danantara serta fondasi ketahanan ekonomi Indonesia,” tulis Rosan dalam keterangan foto unggahannya.

Ia juga menekankan bahwa penilaian berupa rating dan outlook dari lembaga pemeringkat global memiliki pengaruh terhadap cara pasar internasional memandang Indonesia. “Rating dan outlook yang diberikan secara independen menjadi referensi utama investor internasional dalam menilai stabilitas makroekonomi, disiplin fiskal, dan kualitas tata kelola,” ujarnya.

Dalam unggahan yang sama, Rosan menyebut Moody’s mencatat komitmen Indonesia menjaga stabilitas ekonomi melalui sinergi antarlembaga kunci. Ia menuliskan bahwa lembaga tersebut melihat adanya koordinasi antara Bank Indonesia, Kementerian Investasi, dan Danantara, dengan pengelolaan yang prudent, transparan, dan terukur.

Pertemuan tersebut disebut menjadi bagian dari rangkaian komunikasi strategis pemerintah dengan pelaku pasar global, termasuk lembaga pemeringkat dan investor institusi. Langkah ini dilakukan di tengah dinamika ekonomi global yang masih diwarnai ketidakpastian, dengan harapan dapat menjaga kepercayaan internasional terhadap ekonomi Indonesia dan memperkuat posisi Indonesia sebagai tujuan investasi yang kredibel dan stabil.