Ribuan pengunjung memadati 80th Birthday Anniversary Stadium, Nakhon Ratchasima, Thailand, pada Selasa (20/1) sejak sore hingga petang untuk menyaksikan upacara pembukaan ASEAN Para Games ke-13 Tahun 2025. Ajang olahraga disabilitas se-Asia Tenggara yang digelar dua tahun sekali itu berlangsung meriah dan menarik antusiasme masyarakat setempat maupun pengunjung dari luar daerah serta luar negeri.
Sebelum memasuki stadion, penonton terlihat berbaris mengantre dan melewati alat pemindai xray satu per satu. Setelah pemeriksaan, mereka menerima air minum kemasan dan kemudian menuju tribun penonton. Stadion yang berkapasitas 20 ribu kursi itu tampak dipenuhi penonton.
Dua pengunjung asal Mueang, Nakhon Ratchasima, Aum dan Keng, mengaku terkesan dengan rangkaian pembukaan. “Saya sangat senang, pembukaan olahraga disabilitas ini berlangsung menakjubkan, mengangkat kesetaraan dan persatuan,” kata mereka saat dihubungi. Mereka juga menyoroti defile peserta dari berbagai negara Asia Tenggara yang dinilai berlangsung menawan.
Di area tengah stadion, panitia menyiapkan panggung besar yang berada di seberang tribun VIP. Tiga monitor LED berukuran besar dipasang di bagian tengah, kanan, dan kiri, dilengkapi pencahayaan serta permainan laser LED yang menambah daya tarik pertunjukan.
Upacara pembukaan diisi dengan berbagai pertunjukan, termasuk tari-tarian tradisional dan musik yang dipadukan dengan permainan lampu LED dan laser. Rangkaian acara turut menampilkan parade kontingen yang melibatkan atlet, pelatih, ofisial tim, serta National Paralympic Committee (NPC) dari seluruh negara peserta.
Dalam defile kontingen Indonesia, atlet para angkat berat Mabruk Arib Dzaky tampil memimpin barisan dengan mengenakan baju adat asal Nusa Tenggara Timur (NTT). Ia diikuti Chef de Mission (CdM) Kontingen Indonesia Reda Manthovani dan peserta lainnya yang berjumlah 50 orang. Kehadiran kontingen Indonesia disaksikan Menteri Pemuda dan Olahraga RI Erick Thohir dari Tribun VVIP.

