Thomas Djiwandono resmi dilantik sebagai Deputi Gubernur Bank Indonesia (BI) pada Senin, 9 Februari 2026. Pengangkatan yang terhitung untuk periode 2026–2031 itu dilakukan berdasarkan Keputusan Presiden (Keppres) 10/P/2026, sebagai tindak lanjut hasil uji kelayakan dan kepatutan di DPR.
Dalam Keppres tersebut disebutkan bahwa Thomas Djiwandono diangkat sebagai Deputi Gubernur BI periode 2026–2031 terhitung mulai tanggal pengucapan sumpah dan janji.
Thomas, yang akrab disapa Tommy, memiliki rekam jejak di bidang ekonomi, bisnis, dan politik. Ia lahir di Jakarta pada 7 Mei 1972. Thomas berasal dari keluarga yang dikenal di lingkungan ekonomi dan politik nasional. Ayahnya, Soedradjad Djiwandono, pernah menjabat sebagai Gubernur Bank Indonesia. Sementara ibunya, Biantiningsih Miderawati, merupakan kakak kandung Presiden Prabowo Subianto.
Riwayat pendidikannya dimulai di SMP Kanisius Menteng, Jakarta. Ia kemudian melanjutkan studi di Amerika Serikat dan meraih gelar Sarjana Sejarah dari Haverford College, Pennsylvania. Pendidikan pascasarjana ditempuh di Johns Hopkins University School of Advanced International Studies (SAIS), Washington, D.C., dengan gelar Magister Hubungan Internasional dan Ekonomi Internasional.
Karier profesional Thomas diawali dari dunia jurnalistik. Ia pernah menjadi wartawan magang di Majalah Tempo pada 1993 dan bekerja sebagai wartawan di Indonesia Business Weekly pada 1994. Setelah itu, ia berkarier di sektor keuangan internasional sebagai analis keuangan di Whetlock NatWest Securities, Hong Kong.
Pada 2006, Thomas beralih ke dunia bisnis dengan bergabung ke Arsari Group, perusahaan agrobisnis milik pamannya, Hashim Djojohadikusumo. Di perusahaan tersebut, ia menjabat sebagai Deputy Chief Executive Officer (CEO).
Di ranah politik, Thomas aktif di Partai Gerindra. Ia pernah mencalonkan diri sebagai anggota legislatif dari Provinsi Kalimantan Barat dan sempat menjabat Bendahara Umum partai dengan tugas pengelolaan keuangan. Dalam periode tersebut, laporan keuangan partai disebut dinilai transparan dan akuntabel, serta pernah memperoleh apresiasi dari Transparency International Indonesia dan Indonesia Corruption Watch terkait keterbukaan laporan keuangan. Thomas kemudian mundur dari struktur kepengurusan hingga keanggotaan Partai Gerindra.
Di pemerintahan, Thomas juga pernah menjabat sebagai Wakil Menteri Keuangan. Kini, ia mengemban tugas sebagai Deputi Gubernur BI.

