BERITA TERKINI
Rasio Kredit Berisiko Perbankan Naik di Januari 2026, BTN Nilai Dipicu Faktor Musiman

Rasio Kredit Berisiko Perbankan Naik di Januari 2026, BTN Nilai Dipicu Faktor Musiman

Rasio kredit berisiko (loan at risk/LaR) perbankan meningkat pada awal 2026. Namun, kenaikan tersebut dinilai lebih dipengaruhi faktor musiman dibandingkan mencerminkan penurunan kualitas kredit secara fundamental.

Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mencatat pertumbuhan kredit pada Januari 2026 mencapai 9,96% secara tahunan (year on year/yoy), meningkat dibandingkan 9,63% yoy pada bulan sebelumnya. Di saat yang sama, rasio LaR naik dari 8,77% menjadi 9,01%.

Direktur Pengelolaan Risiko PT Bank Tabungan Negara (BTN) Tbk, Setiyo Wibowo, menjelaskan bahwa pola tersebut lazim terjadi pada awal tahun. Menurutnya, pada Januari ekspansi kredit umumnya belum berjalan optimal, sementara run-off kredit tetap berlangsung sehingga baki debet kredit cenderung menurun.

Dalam kondisi tersebut, rasio non-performing loan (NPL) maupun LaR dapat terlihat meningkat secara statistik. Setiyo menegaskan, kenaikan itu lebih mencerminkan efek siklus musiman ketimbang pemburukan kualitas kredit.

Di internal BTN, Setiyo menyatakan prinsip kehati-hatian tetap dijaga dalam ekspansi kredit, terutama di tengah dinamika ekonomi global dan domestik yang masih volatil. Ia menilai portofolio kredit BTN yang didominasi kredit pemilikan rumah (KPR) berbasis aset turut membantu menjaga profil risiko tetap terkendali karena didukung agunan properti yang kuat.

BTN juga menyebut rasio LaR perseroan masih berada pada level yang terkendali dan menunjukkan tren perbaikan secara bertahap. Kontribusi terbesar LaR disebut masih berasal dari segmen non-subsidi dan sebagian portofolio komersial, yang dinilai lebih sensitif terhadap siklus ekonomi dibandingkan KPR subsidi.

Dari sisi mitigasi, BTN terus memperkuat pencadangan. Perseroan menjaga rasio pencadangan terhadap kredit bermasalah di kisaran 120%–130% sebagai buffer untuk mengantisipasi potensi risiko ke depan.

Ke depan, BTN optimistis kualitas kredit akan terus membaik, didorong perbaikan proses underwriting berbasis data, penguatan collection management, serta pemantauan portofolio yang dilakukan secara lebih granular.