PT Gag Nikel menggelar rapat koordinasi eksternal bersama sejumlah pemangku kepentingan, mulai dari pemerintah daerah, DPRK, kepala kampung lingkaran satu wilayah operasi perusahaan, media, hingga lembaga swadaya masyarakat (LSM). Kegiatan ini berlangsung pada Kamis (22/1/2026) di Hotel Aimas, Kabupaten Sorong, Papua Barat Daya.
Rapat tersebut merupakan agenda rutin tahunan yang disebut dirancang untuk memperkuat sinergi, membangun kolaborasi, serta menjaga komunikasi terbuka dengan para pemangku kepentingan perusahaan.
Selain forum diskusi, rangkaian kegiatan dilanjutkan dengan kunjungan media ke wilayah operasional PT Gag Nikel di Pulau Gag. Dalam kunjungan itu, para jurnalis diajak terlibat dalam penanaman pohon dan pelepasan tukik di wilayah konservasi binaan perusahaan.
Direktur Keuangan, Manajemen Risiko, dan SDM PT Gag Nikel Aji Priyo Anggoro menyampaikan bahwa kegiatan tersebut mencerminkan pandangan perusahaan mengenai pentingnya peran media sebagai mitra kritis yang dapat memberi masukan dan koreksi terhadap aktivitas perusahaan.
Aji juga menyebut, melalui agenda rutin itu perusahaan ingin memastikan operasional yang dijalankan tidak hanya berorientasi pada kegiatan ekstraktif, tetapi turut berkontribusi pada pelestarian lingkungan dan peningkatan kesejahteraan masyarakat. Ia mengatakan perusahaan membutuhkan langkah korektif dari media untuk mendorong kemajuan perusahaan dan masyarakat.
Dalam konteks komunikasi dengan pemangku kepentingan, founder EtKomunikasi sekaligus pakar ESG Herry Ginanjar menilai keterlibatan media perlu dilakukan dengan pendekatan strategis, terencana, dan adaptif. Ia menekankan bahwa hubungan baik dengan media tidak terbentuk dalam waktu singkat, melainkan memerlukan upaya yang konsisten dan tulus.
Herry juga menyebut bahwa membangun hubungan personal dengan jurnalis, editor, maupun pemimpin redaksi melalui berbagai bentuk interaksi—mulai dari undangan ke acara eksklusif, pertemuan informal, hingga komunikasi rutin—dapat membantu memperkuat kepercayaan dan memperluas ruang dialog yang konstruktif.
Pandangan serupa disampaikan Corporate Secretary PT Permodalan Nasional Madani (PNM) Lalu Dodot Patria Ary. Ia menekankan bahwa esensi komunikasi korporasi adalah membangun hubungan, bukan sekadar menyebarkan informasi. Menurutnya, relasi yang kuat dibentuk melalui proses panjang, dijaga dengan konsistensi, dan memerlukan komunikasi inklusif sejak awal dengan berbagai pihak untuk memperbesar dukungan terhadap organisasi.

