Pemangkasan produksi batu bara dinilai berpotensi memengaruhi pendapatan negara. Isu ini menjadi perhatian karena setoran dari sektor batu bara selama ini berkontribusi terhadap penerimaan negara.
Menanggapi hal tersebut, Bahlil menyampaikan pandangannya mengenai kemungkinan dampak pemangkasan produksi terhadap setoran ke negara. Ia menyoroti bahwa pertanyaan utama yang muncul adalah apakah penerimaan negara tetap aman ketika produksi dikurangi.
Namun, berdasarkan informasi yang tersedia, rincian pernyataan Bahlil—termasuk skema kebijakan, angka produksi, maupun proyeksi penerimaan negara—belum dijabarkan lebih lanjut.
Dengan demikian, pembahasan mengenai pemangkasan produksi batu bara dan kaitannya dengan pendapatan negara masih memerlukan penjelasan lebih detail agar publik dapat memahami arah kebijakan serta konsekuensinya terhadap penerimaan negara.

