BERITA TERKINI
Premier Sarawak: Kolaborasi Regional Borneo Kunci Mesin Pertumbuhan Baru di Tengah Ketidakpastian Global

Premier Sarawak: Kolaborasi Regional Borneo Kunci Mesin Pertumbuhan Baru di Tengah Ketidakpastian Global

Premier Sarawak Abang Abdul Rahman Zohari menegaskan kolaborasi regional menjadi fondasi penting untuk melahirkan mesin pertumbuhan ekonomi baru di tengah meningkatnya ketidakpastian global. Menurutnya, kemampuan membangun kemitraan dan memperdalam kerja sama kawasan akan menentukan ketahanan ekonomi saat ini.

Pernyataan itu disampaikan Abang Zohari dalam pidato kunci pada sesi “Ideas from Borneo: Investing in the Next Engine of Growth” di Indonesia Economic Summit (IES) 2026, yang digelar di Hotel Shangri-La Jakarta, Selasa, 3 Februari 2026. Forum tersebut dihadiri pelaku usaha dan pembuat kebijakan kawasan.

Abang Zohari menilai meningkatnya proteksionisme serta pergeseran rantai pasok global menuntut negara dan kawasan untuk bersikap lebih adaptif dan fleksibel. “Ketahanan ekonomi hari ini sangat bergantung pada kemampuan kita membangun kemitraan dan memperdalam kerja sama regional,” ujarnya.

Ia juga menyoroti relevansi inisiatif kebangkitan Borneo Economic Community dalam menghadapi tantangan global. Menurutnya, langkah itu dapat memperkuat keterhubungan ekonomi, perdagangan, dan daya saing kawasan, sekaligus memaksimalkan posisi strategis Pulau Borneo untuk menerjemahkan potensi wilayah menjadi nilai ekonomi yang nyata.

Dalam pidatonya, Abang Zohari turut menyinggung peran ASEAN sebagai kekuatan ekonomi global dengan populasi lebih dari 670 juta jiwa dan produk domestik bruto gabungan sekitar USD3,8 triliun. Ia menekankan pentingnya transformasi ASEAN menuju industri bernilai tambah tinggi dan rendah karbon untuk menjaga daya saing jangka panjang.

Dari sisi infrastruktur, Sarawak disebut terus berinvestasi pada sektor transportasi dan logistik, termasuk pembangunan bandara internasional baru, pelabuhan laut dalam, serta penguatan konektivitas dengan Kalimantan. “Konektivitas udara dan laut bukan sekadar jalur transportasi, tetapi jembatan bagi perdagangan, pariwisata, dan kolaborasi bisnis,” katanya.

Di sektor energi, Sarawak menempatkan energi terbarukan sebagai pilar transformasi ekonomi melalui kerja sama lintas batas. Abang Zohari mencontohkan proyek tenaga air bersama Indonesia di Kalimantan Utara serta pengembangan jaringan listrik Borneo, yang disebut sejalan dengan visi jangka panjang ASEAN Power Grid.

Selain energi bersih, Sarawak juga mengembangkan ekonomi masa depan melalui hidrogen hijau, pengelolaan karbon, serta penguatan kapabilitas digital dan kecerdasan buatan. “Ekonomi baru dibangun dari inovasi, keberlanjutan, dan sumber daya manusia yang unggul,” ujarnya.

Menutup pidatonya, Abang Zohari mengajak pelaku industri dan investor menjajaki peluang investasi serta kemitraan jangka panjang di Borneo. “Masa depan Borneo tidak ditentukan oleh satu ekonomi saja, tetapi oleh seberapa baik kita berkolaborasi dan membangun nilai bersama,” katanya.