Harga sejumlah komoditas tercatat bervariasi pada penutupan bursa dan pasar fisik per 19 Januari 2026, dengan acuan penyerahan Februari 2026. Data mencakup pergerakan harga kedelai dan minyak kedelai di CBOT, harga minyak sawit di pasar Eropa, serta perkembangan harga CPO dan olein di beberapa bursa derivatif regional.
Di Chicago Board of Trade (CBOT), harga soybean tercatat di level 1.055,6 sen AS per bushel. Sementara itu, soy oil ditutup pada 52,69 sen AS per pound.
Dari pasar Eropa, harga crude palm oil (asal Indonesia/Malaysia) dengan skema cif Rotterdam tercatat US$ 1.230 per ton berdasarkan data 15 Januari. Untuk RBD olein asal Malaysia dengan skema fob Malaysia, harganya tercatat US$ 1.037,25 per ton, juga merujuk pada data 15 Januari.
Di Malaysia Derivatives Exchange (MDEX), kontrak CPO tercatat bergerak dari 3.961 per ton pada 15 Januari menjadi 4.032 per ton pada 19 Januari. Di Indonesia Commodity & Derivatives Exchange (ICDX), harga CPO tercatat 14.435 rupiah per kg pada 15 Januari.
Di Jakarta Futures Exchange (JFX), harga OLE tercatat naik dari 17.255 rupiah per kg pada 15 Januari menjadi 17.300 rupiah per kg pada 19 Januari. Sementara itu, di KPB Nusantara untuk CPO dengan pengiriman Dmi/Blw/Ktj, harga tercatat meningkat dari 14.355 rupiah per kg pada 15 Januari menjadi 14.400 rupiah per kg pada 19 Januari.
Dari sisi nilai tukar tengah terhadap dolar AS, kurs MYR tercatat 4,050 (setara Rp4.165,18) dan IDR 16.871,00 pada 15 Januari. Pada 19 Januari, MYR berada di 4,056 (setara Rp4.161,24) dan IDR di 16.880,00.

