Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) mencatat penerimaan negara bukan pajak (PNBP) dari sektor mineral dan batubara (minerba) mencapai Rp 71 triliun hingga 15 Juli 2025. Capaian ini menjadi kontribusi terbesar dari sektor ESDM pada paruh pertama tahun ini.
Direktur Jenderal Mineral dan Batubara Tri Winarno menyampaikan data tersebut dalam acara Energi & Mineral Festival 2025 di Jakarta. Pada periode yang sama, PNBP dari sektor minyak dan gas bumi (migas) tercatat sebesar Rp 39 triliun. “Kalau migasnya Rp 39 triliun,” ujar Tri.
Meski demikian, Tri mengakui bahwa secara tahunan terdapat penurunan kinerja penerimaan, terutama dari sektor pertambangan. Menurutnya, penurunan tersebut dipengaruhi melemahnya harga komoditas global serta menurunnya volume permintaan ekspor.
Jika dibandingkan dengan target tahunan, realisasi PNBP hingga pertengahan Juli 2025 dari sektor minerba telah mencapai 57,03% dari target, sementara migas baru memenuhi 32%.
Adapun total target PNBP Kementerian ESDM pada 2025 dari seluruh subsektor energi dan sumber daya mineral ditetapkan sebesar Rp 254,49 triliun.
Sebagai pembanding, pada 2024 PNBP ESDM tercatat turun 10% secara tahunan menjadi Rp 269,5 triliun. Namun realisasi tersebut tetap melampaui target, yakni mencapai 115% dari target Rp 234,2 triliun.

