BERITA TERKINI
PM Kanada Mark Carney Optimistis Hubungan dengan Tiongkok Menguat, Bahas Tarif hingga Kerja Sama Energi

PM Kanada Mark Carney Optimistis Hubungan dengan Tiongkok Menguat, Bahas Tarif hingga Kerja Sama Energi

Perdana Menteri Kanada Mark Carney menyatakan optimisme terhadap peningkatan hubungan negaranya dengan Tiongkok di tengah dinamika global. Dalam kunjungan empat hari ke Tiongkok—yang menjadi lawatan pertama perdana menteri Kanada sejak 2017—Carney menegaskan upaya memulihkan ketegangan sekaligus memetakan arah baru kerja sama bilateral.

Saat bertemu Ketua Komite Tetap Kongres Rakyat Nasional Tiongkok Zhao Leji di Beijing, Kamis, Carney memuji kepemimpinan Presiden Xi Jinping serta menyebut kemajuan hubungan kedua negara berlangsung cepat. Ia mengatakan perkembangan itu membuka ruang diskusi berbagai isu, mulai dari energi dan pertanian, hingga hubungan antar masyarakat, multilateralisme, dan keamanan.

Optimisme Carney muncul setelah berbulan-bulan upaya intensif dari kedua negara untuk mengkalibrasi ulang hubungan yang sempat memburuk pada masa pemerintahan Perdana Menteri sebelumnya, Justin Trudeau. Upaya ini juga terkait dengan keinginan Kanada mendiversifikasi pasar ekspor, terutama setelah Presiden Amerika Serikat Donald Trump memberlakukan tarif terhadap Kanada tahun lalu dan sempat menyarankan Kanada bisa menjadi negara bagian ke-51 AS.

Ketegangan Kanada–Tiongkok dalam satu dekade terakhir turut dipengaruhi kebijakan tarif. Pada 2024, pemerintahan Trudeau memberlakukan tarif pada kendaraan listrik (EV) asal Tiongkok, mengikuti langkah serupa dari Amerika Serikat. Saat itu, Trudeau menyatakan tarif tersebut diberlakukan karena subsidi negara Tiongkok dinilai memberi keuntungan tidak adil bagi produsen dan merugikan industri mobil Kanada.

Tiongkok kemudian membalas pada Maret tahun lalu dengan menerapkan tarif atas lebih dari 2,6 miliar dolar AS produk pertanian dan makanan Kanada, termasuk minyak dan tepung kanola. Data bea cukai pada Rabu menunjukkan dampaknya berupa penurunan impor barang Kanada oleh Tiongkok sebesar 10,4% pada 2025.

Menteri Perindustrian Kanada Melanie Joly, yang ikut dalam delegasi Carney, menyatakan pembicaraan mengenai tarif otomotif masih berlangsung. Negosiasi disebut akan berlanjut pada Jumat, ketika Carney dijadwalkan bertemu Presiden Xi Jinping.

Dalam pertemuan terpisah dengan Perdana Menteri Tiongkok Li Qiang, Carney mengatakan tim kedua pihak telah bekerja keras mengatasi hambatan perdagangan dan membangun platform untuk peluang baru. Ia menyebut proses tersebut sebagai langkah untuk mengembalikan hubungan bilateral ke arah yang diharapkan.

Menurut keterangan dalam berita, percepatan dialog terjadi sejak Carney menjabat tahun lalu. Pejabat tinggi kedua negara menggelar pertemuan dan panggilan telepon yang kemudian berpuncak pada pertemuan para pemimpin di Korea Selatan pada Oktober.

Pada Kamis, kedua pihak menandatangani peta jalan perdagangan dan ekonomi yang memuat komitmen untuk mempertahankan saluran komunikasi terbuka guna menyelesaikan persoalan perdagangan produk pertanian. Ottawa menyatakan menyambut investasi Tiongkok di sektor energi, pertanian, dan produk konsumen, sementara Beijing menyampaikan harapan atas investasi Kanada di bidang jasa, material baru, kedirgantaraan, dan manufaktur canggih.

Di sektor energi, kedua negara disebut akan menjajaki pengembangan minyak dan gas serta kerja sama dalam perdagangan uranium alam. Carney menyebut pakta tersebut sebagai contoh kerja sama di tengah kondisi global yang ia gambarkan penuh perpecahan dan kekacauan.

Selama berada di Beijing sejak Rabu, Carney juga bertemu eksekutif senior dari sejumlah kelompok bisnis, termasuk Contemporary Amperex Technology (CATL), China National Petroleum Corp, Envision Energy, Industrial and Commercial Bank of China, Primavera Capital Group, dan Alibaba.