PT Pintu Kemana Saja (PINTU) kembali menggelar program edukasi bertajuk “Pintu Goes to Office”. Pada pelaksanaan kali ini, PINTU berkolaborasi dengan PT Dwi Cermat Indonesia (Cermati Fintech Group) untuk membahas investasi aset kripto dan teknologi blockchain.
Kegiatan tersebut berlangsung pada Rabu (9/7/2025) di kantor Cermati Fintech Group, Jakarta.
Chief Marketing Officer PINTU, Timothius Martin, mengatakan edukasi dan literasi menjadi fokus perusahaan untuk meningkatkan pemahaman masyarakat terkait investasi aset kripto, salah satunya melalui program “Pintu Goes to Office”. Ia juga menyampaikan apresiasi kepada Cermati.com atas kolaborasi yang dilakukan.
“Edukasi dan literasi terus menjadi fokus utama kami guna meningkatkan pemahaman mengenai investasi aset kripto seluruh masyarakat Indonesia salah satunya melalui program Pintu Goes to Office. Kami mengapresiasi rekan-rekan Cermati.com atas kolaborasi yang dilakukan demi bersama-sama mewujudkan keuangan yang inklusif dan terus mendorong literasi finansial yang berkelanjutan,” ujar Timothius dalam siaran pers, Jumat (11/7/2025).
Direktur Cermati Invest, Darwin Soesanto, menyambut baik kegiatan tersebut. Ia menilai kolaborasi edukatif semacam ini penting untuk memberikan wawasan mengenai instrumen investasi aset kripto yang tengah diminati masyarakat.
“Kolaborasi ini sangat penting bagi kami dan kami mendukung penuh kegiatan yang bersifat edukatif seperti Pintu Goes to Office yang diselenggarakan oleh aplikasi PINTU. Kolaborasi ini menjadikan langkah baik untuk memberikan wawasan dan pengetahuan mengenai instrumen investasi aset kripto yang tengah digandrungi oleh masyarakat Indonesia. Kami harap kolaborasi baik ini dapat terus berlanjut ke depannya,” kata Darwin.
Di sisi lain, industri kripto disebut terus menunjukkan pertumbuhan. Data Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mencatat tren perdagangan aset kripto meningkat pada Mei, dengan jumlah investor tumbuh 4,38% menjadi 14,78 juta investor. Pada periode yang sama, nilai transaksi tercatat mencapai Rp 49,57 triliun.
Timothius menyatakan optimisme terhadap potensi pertumbuhan aset kripto ke depan, namun menekankan bahwa tantangan edukasi dan literasi akan tetap ada. Menurutnya, edukasi diperlukan agar masyarakat memahami risiko dan dapat menjadi investor atau trader yang bijak.
“Kami optimistis, potensi pertumbuhan aset kripto pasti akan terus mengalami peningkatan. Di tengah peningkatan tersebut, tentu tantangan soal edukasi dan literasi akan terus ada. Untuk itu, demi mendukung kemajuan industri kripto, kami akan terus mengambil peran dalam hal edukasi dan literasi aset crypto melalui berbagai saluran, digital atau offline. Investasi aset kripto bukan hanya soal mencari keuntungan, tapi pentingnya mengetahui risiko yang ada dan menjadi seorang investor atau trader yang bijak,” tutupnya.

