Penyanyi sekaligus aktris Phuong Trinh Jolie membagikan kisah perjalanan hidup dan kariernya saat tampil dalam acara Evening Stories with Stars. Dalam perbincangan itu, ia menceritakan bagaimana ketekunan dan kecintaannya pada seni membawanya melewati berbagai keterbatasan hingga dikenal publik.
Phuong Trinh Jolie lahir dan besar di An Giang. Ia mengaku sudah menunjukkan bakat seni sejak kecil, termasuk tampil di panggung melalui pertunjukan sekolah sejak taman kanak-kanak. Saat duduk di sekolah dasar, ia meraih hadiah utama dalam Kontes Menyanyi Bunga Phoenix Merah tingkat provinsi.
Titik balik berikutnya terjadi ketika ia mengikuti kompetisi “Bernyanyi dari Tanah Air Paman Ton” dan meraih hadiah pertama. Setelah itu, ia kembali memenangkan hadiah pertama dalam Kontes Bernyanyi Televisi Provinsi An Giang. Meski demikian, pada masa itu ia belum berencana menekuni karier menyanyi secara profesional karena kondisi keluarga yang sulit.
Seusai lulus SMA, Phuong Trinh Jolie pindah ke Kota Ho Chi Minh untuk melanjutkan studi. Ia mengambil jurusan Bahasa Inggris dengan harapan dapat bekerja sebagai penerjemah atau di perusahaan asing. Namun, peluang di dunia seni kembali datang ketika ia mengikuti kompetisi Bintang Penyanyi Televisi Kota Ho Chi Minh dan meraih hadiah utama pada 2006, sebuah pencapaian yang disebutnya sebagai tonggak penting yang membuat namanya lebih dikenal.
Keterbatasan finansial membuatnya belum bisa berinvestasi di bidang musik pada awal karier. Ia kemudian mengalihkan fokus ke dunia akting. Perannya dalam serial televisi Purple Scorpion menjadi salah satu titik balik yang membawanya mendapat pengakuan luas dari pemirsa.
Dari honor akting, ia menabung untuk kembali menekuni dunia tarik suara dan merilis album debut berjudul One Day of Love. Namun, di balik sorotan, ia menghadapi tekanan finansial dan persoalan keluarga. Ibunya jatuh sakit parah, dan ia harus membagi waktu antara akting, syuting, serta menanggung biaya pengobatan.
Ia menuturkan, tiga tahun setelah memenangkan kompetisi Bintang Penyanyi Televisi Kota Ho Chi Minh menjadi periode yang berat, baik secara mental maupun finansial. “Ada kalanya saya sedang bersiap untuk tampil dan menerima kabar bahwa ibu saya dalam kondisi kritis, dan saya harus bergegas ke rumah sakit di tengah malam. Terkadang, saya meminta izin kepada kru untuk mengunjungi ibu saya saat syuting,” kata Phuong Trinh Jolie.
Puncak kehilangan terjadi pada 2009 ketika ibunya meninggal dunia. Ia mengungkapkan rasa sakit karena merasa tidak memiliki cukup kesempatan untuk membalas kebaikan sang ibu.
Setelah melewati masa tersebut, Phuong Trinh Jolie menerima kontrak selama setahun untuk terlibat dalam film Even If the Wind Blows. Ia memandang kesempatan itu sebagai “hadiah spiritual” dari ibunya, yang menurutnya memberi dorongan untuk menstabilkan hidup dan karier. Sejak itu, peran akting dan karya musiknya perlahan mendapat penerimaan, dan kariernya berkembang.
Berbicara tentang cara menghadapi kesulitan, ia menekankan tanggung jawab seorang artis untuk tampil baik di hadapan publik. “Saya mungkin menangis di belakang panggung, tetapi ketika saya melangkah keluar untuk tampil, saya harus tersenyum dan memenuhi peran saya. Itu adalah tanda penghormatan kepada penonton,” ujarnya.
Dalam mengenang perjalanan kariernya, ia menyebut salah satu momen paling membanggakan adalah penampilannya membawakan lagu “Wild Dance” dengan iringan drum pada final kompetisi Television Singing Star. Penampilan itu, menurutnya, masih diingat oleh penonton hingga kini. “Bertahun-tahun telah berlalu, tetapi ketika orang-orang mengingatnya, mereka masih terkesan, dan itulah yang membuat saya paling bahagia dalam karier saya,” katanya.
Evening Stories with Stars tayang setiap Rabu pukul 21.50 di saluran THVL1.

