BERITA TERKINI
Petani Kepulauan Yapen Siap Bangkitkan Kembali Komoditas Kakao

Petani Kepulauan Yapen Siap Bangkitkan Kembali Komoditas Kakao

Pemerintah Kabupaten Kepulauan Yapen kembali menyoroti komoditas kakao melalui kerja sama dengan Komite Eksekutif Percepatan Pembangunan Otonomi Khusus Papua, Billy Mambrasar, serta para investor. Langkah ini ditujukan untuk mendorong kebangkitan kakao yang pernah menjadi komoditas unggulan daerah tersebut.

Ketua Asosiasi Petani Kakao Kabupaten Kepulauan Yapen, Gasper Samai, mengatakan para petani siap mengangkat kembali kakao yang selama ini dinilai terlupakan. Menurutnya, komoditas tersebut pernah berjaya, namun mengalami kemunduran karena kurangnya perawatan dan sistem pemasaran yang belum berjalan baik.

“Pertemuan ini merupakan langkah awal bagi petani kakao untuk kembali menanam serta merawat tanaman kakao yang sudah ada. Ini merupakan peluang bisnis yang sangat baik untuk mendorong peningkatan kesejahteraan petani kakao di Yapen,” ujar Gasper, Selasa, 20 Januari 2026.

Gasper juga menyampaikan apresiasi kepada pemerintah daerah yang mendorong petani menanam kembali dan membersihkan tanaman kakao yang sudah ada. Ia menyebut kakao dapat dipasarkan dalam bentuk biji basah maupun kakao kering, sehingga upaya tersebut dinilai menjadi langkah positif untuk membangkitkan sektor perkebunan kakao di Yapen dan sekitarnya.

Ia turut mengimbau petani kakao di Yapen maupun Waropen untuk kembali membuka lahan, menanam, merawat, membersihkan kebun, dan memberikan pupuk. Gasper menyatakan saat ini pasar untuk kakao sudah tersedia dan berharap kesempatan tersebut dimanfaatkan untuk meningkatkan produksi.

Merani, petani kakao dari Kampung Konti, Distrik Yawa Kukat, menuturkan kakao selama puluhan tahun menjadi sumber penghasilan bagi dirinya dan keluarga. Namun, ia mengakui kejayaan kakao meredup seiring waktu, salah satunya karena persoalan pemasaran.

“Kami sangat senang dengan adanya gebrakan baru dari Pemda Yapen untuk mengekspose kembali kakao. Hal ini akan sangat membantu dan mendorong petani untuk kembali menanam kakao maupun membersihkan tanaman kakao yang sudah ada untuk nantinya dijual,” kata Merani.

Melalui pertemuan Zoom, para petani kakao di Yapen menyatakan kesiapan untuk kembali menanam dengan melakukan penyiapan lahan dan perawatan rutin, seperti pemangkasan, penyiangan, pemberian pupuk, hingga proses panen dan pengeringan.