PT Pertamina EP bersama Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Migas (SKK Migas) memulai pembangunan fasilitas penyimpanan dan pengolahan gas berkapasitas 8 juta standar kaki kubik per hari (MMSCFD) di Jawa Barat. Proyek ini merupakan bagian dari pengembangan Lapangan Bambu Merah yang terintegrasi dengan Stasiun Pengumpul Cilamaya Utara di Kabupaten Subang.
Project Manager Pertamina EP Zona 7, Ahmad Firdaus Fasa, menyampaikan fasilitas yang dibangun mencakup gas scrubber berkapasitas 8 MMSCFD, unit dehidrasi gas berkapasitas 9 MMSCFD, serta penambahan tiga unit kompresor gas dengan kapasitas masing-masing 0,5 MMSCFD.
Menurut Ahmad, tahap fabrikasi menjadi tonggak penting dalam upaya peningkatan kapasitas produksi migas. Ia menegaskan seluruh pekerjaan dilakukan dengan mengedepankan aspek keselamatan, mutu, serta kepatuhan terhadap regulasi.
Pekerjaan fabrikasi dilaksanakan oleh PT Bahana Karya Mandiri dengan durasi 280 hari kalender sejak 5 Desember 2025. Setelah selesai, fasilitas dehidrasi gas direncanakan dikirim ke Stasiun Pengumpul Cilamaya Utara pada September 2026.
Ahmad menambahkan, tahap konstruksi dan commissioning dijadwalkan berlangsung selama dua bulan, dengan target fasilitas mulai beroperasi pada November 2026.
Tahap awal pembangunan ditandai melalui first cutting ceremony atau pemotongan baja perdana di workshop fabrikator di Cikarang, Jawa Barat, pada Desember 2025. Kegiatan tersebut menjadi penanda dimulainya pekerjaan fabrikasi fasilitas utama produksi minyak dan gas.
Fabrikasi mencakup pembangunan unit dehidrasi gas (gas dehydration unit/GDU) serta gas scrubber. Kedua fasilitas ini ditujukan untuk meningkatkan kapasitas pemrosesan gas dari Lapangan Bambu Merah sebelum disalurkan ke jaringan hilir.
Proyek ini disebut masuk dalam program Optimasi Pengembangan Lapangan-lapangan Bambu Merah–Cilamaya Selatan dan telah memperoleh persetujuan pendanaan dari SKK Migas.
Setelah beroperasi, minyak hasil produksi akan dialirkan ke Booster Station Cilamaya. Sementara gas akan diproses hingga memenuhi spesifikasi penjualan, kemudian dikirim ke Stasiun Kompresor Gas Cilamaya untuk digabungkan dengan produksi gas dari lapangan lain di sekitarnya.

