Kesibukan di gerai D’Sayur TPI, Tanjungpinang, Kepulauan Riau, kini menjadi pemandangan harian. Aneka sayur segar, bahan masakan siap masak, hingga produk UMKM lokal tersusun rapi di etalase. Di balik aktivitas itu, ada perjalanan panjang M. Sadmi Al-Qayyum, pengusaha muda yang mengembangkan D’Sayur sekaligus nasabah UMKM BRK Syariah.
Sadmi merupakan lulusan Fakultas Hukum Universitas Riau. Ia memulai dari pekerjaan dengan penghasilan terbatas, antara lain sebagai honorer di Perpustakaan Provinsi Riau saat masih kuliah, serta sempat bekerja sebagai kurir makanan. Dari pengalaman tersebut, ia mengaku belajar tentang disiplin, pelayanan, dan manajemen usaha.
Pada 2018, Sadmi bersama istrinya merintis usaha jasa titip belanja sayur dari pasar tradisional secara online. Dengan modal sederhana, layanan itu mendapat respons positif dari masyarakat dan kemudian diberi nama D’Sayur.
Perkembangan usaha semakin terasa setelah Sadmi memperoleh dukungan pembiayaan dari BRK Syariah. Melalui pembiayaan usaha menengah, D’Sayur memperluas skala bisnis hingga dipercaya menjadi pemasok bahan makanan rumah sakit. Pada 2019, D’Sayur membuka gerai offline pertama di Jalan Raja Haji Fisabilillah, Tanjungpinang Timur.
“BRK Syariah tidak hanya memberikan pembiayaan, tapi juga kepercayaan dan pendampingan. Dari usaha kecil jasa titip pasar, kami bisa berkembang, membuka toko, menambah karyawan, hingga seperti sekarang. Dukungan BRK Syariah sangat berperan dalam perjalanan D’Sayur,” ujar Sadmi, Senin (19/1/2026).
Sadmi menyebut konsep bahan masakan siap masak yang praktis, higienis, dan terjangkau menjadi salah satu alasan D’Sayur cepat diterima masyarakat. Ekspansi usaha berlanjut dengan pembukaan cabang kedua pada 2023 di kawasan Bintan Centre, disusul cabang ketiga pada 2025 di Jalan Pemuda.
Menurut Sadmi, D’Sayur kini mempekerjakan 80 karyawan. Selain fokus pada pertumbuhan bisnis, D’Sayur juga menjadi ruang pemasaran bagi UMKM lokal. Hingga saat ini, sekitar 800 produk dari 220 UMKM dipasarkan melalui jaringan D’Sayur. Ia menambahkan, sistem penggajian karyawan serta transaksi digital, termasuk QRIS, dijalankan melalui BRK Syariah.
Atas konsistensi dan inovasinya, Sadmi meraih sejumlah penghargaan, di antaranya Anugerah Khas Usahawan Bentan 2024 dan Indonesia Creative Awards 2025. Ia menilai keberhasilan D’Sayur bukan semata pencapaian pribadi, melainkan bukti bahwa UMKM dapat naik kelas melalui inovasi, kerja keras, serta dukungan perbankan syariah yang tepat.

