Tantangan ketenagakerjaan nasional dinilai masih besar, terutama pada kelompok usia muda. Dalam situasi ini, keterlibatan dunia usaha dipandang semakin penting untuk memperkuat kesiapan kerja generasi muda sekaligus membangun ekosistem talenta yang adaptif dan berdaya saing.
Data menunjukkan tingkat pengangguran pada usia 15–24 tahun mencapai 16,16 persen. Angka tersebut menjadi yang tertinggi dibandingkan kelompok usia lainnya dan mencerminkan masih adanya kesenjangan antara sistem pembelajaran dengan kebutuhan kesiapan kerja di industri.
DHL Group melalui program GoTeach memperluas kontribusi dalam peningkatan kesiapan kerja generasi muda. Managing Director Indonesia DHL Supply Chain, Mauricio Almeida, menyebut banyak anak muda memiliki potensi besar, namun belum memiliki akses untuk mengembangkan keterampilan komunikasi, disiplin kerja, dan kemampuan pemecahan masalah.
“GoTeach memberikan kesempatan tersebut, dan kami menyaksikan peningkatan keterampilan yang konsisten sepanjang program,” kata Almeida dalam keterangan tertulis, Selasa (27/1/2026).
Senior Technical Advisor DHL Express Indonesia, Ahmad Mohamad, menyampaikan bahwa program GoTeach memasuki tahun ke-11 pelaksanaannya di Indonesia. Pada periode ini, program tersebut menjangkau lebih dari 230 anak muda berusia 15 hingga 24 tahun di Banda Aceh, Meulaboh, Medan, Jakarta, Lembang, Semarang, Yogyakarta, Bali, dan Flores.
Menurut Ahmad, cakupan wilayah itu menjadi yang terluas sepanjang sejarah implementasi GoTeach di Indonesia. Ia menilai kolaborasi antara dunia usaha, komunitas, dan organisasi sosial dapat membuka akses pembelajaran yang lebih setara.
“Sebelas tahun pelaksanaan GoTeach di Indonesia membuktikan bahwa ketika dunia usaha, komunitas, dan organisasi sosial bergerak bersama, kita dapat membuka akses pembelajaran yang lebih setara,” ujarnya. “Tahun ini menunjukkan bahwa skala dan kedalaman kolaborasi mampu menghasilkan pembelajaran yang semakin relevan bagi generasi mendatang. Program ini mencerminkan komitmen jangka panjang DHL dalam mendukung pengembangan talenta muda,” tambahnya.
Dalam pelaksanaannya, lebih dari 40 relawan dari DHL Express, DHL Global Forwarding, dan DHL Supply Chain terlibat dengan menyumbangkan lebih dari 2.000 jam kegiatan. Kontribusi relawan mencakup pengajaran hingga fasilitasi lokakarya perencanaan karier.
Para peserta mengikuti delapan sesi virtual terstruktur yang dirancang untuk memperluas pemerataan akses pembelajaran, termasuk bagi peserta yang menghadapi keterbatasan geografis.
Di Indonesia, DHL bermitra dengan SOS Children’s Villages untuk menyelenggarakan lokakarya keterampilan dan pendampingan bagi anak muda dalam mempersiapkan transisi ke dunia kerja. President Director DHL Global Forwarding Indonesia, Nicholas Bongsosartono, menyatakan bahwa sepanjang tahun lalu DHL bersama SOS Children’s Villages berupaya menjembatani berbagai keterbatasan akses di sejumlah wilayah agar kesempatan belajar lebih setara bagi seluruh peserta.
Pada 2025, DHL juga menggandeng mitra lokal dan perusahaan lain, termasuk Berkat Lentera Kecil, Dibimbing.com, Merck, Yayasan Berani Bermimpi, serta para profesional di bidang kesehatan mental dan perencanaan keuangan, untuk menyusun kurikulum yang lebih komprehensif.

