Ketidakstabilan ekonomi global memicu kekhawatiran terhadap pergerakan nilai tukar rupiah. Di tengah gejolak pasar dan arus dana asing yang fluktuatif, pengamat ekonomi menilai sejumlah instrumen keuangan dapat dipertimbangkan sebagai pelindung nilai.
Menurut pengamat tersebut, emas hingga Surat Utang Negara (SUN) dinilai sebagai instrumen pelindung nilai yang paling rasional dalam kondisi ketidakpastian. Penilaian ini muncul seiring meningkatnya kehati-hatian pelaku pasar terhadap risiko yang berpotensi menekan nilai tukar.
Situasi global yang tidak stabil turut memengaruhi sentimen pasar, termasuk pergerakan modal asing. Kondisi itu membuat sebagian pihak menaruh perhatian lebih pada pilihan instrumen yang dianggap mampu menjaga nilai aset.

