BERITA TERKINI
Pendidik MTsN 2 Bantul Ceritakan Pengalaman Laporkan Pemberian Lewat GOL KPK dalam Siniar Anti Gratifikasi

Pendidik MTsN 2 Bantul Ceritakan Pengalaman Laporkan Pemberian Lewat GOL KPK dalam Siniar Anti Gratifikasi

BANTUL—Dua pendidik MTsN 2 Bantul membagikan pengalaman mereka menjaga integritas dalam sesi Podcast Anti Gratifikasi yang diinisiasi Kementerian Agama (Kemenag) Kabupaten Bantul. Dalam siniar tersebut, Adhitya Arie Wibowo, S.S. selaku Wakil Kepala Bidang Kurikulum dan Raihanah, S.Ag. selaku guru Fiqih, menceritakan situasi nyata yang menguji komitmen mereka terhadap nilai-nilai Zona Integritas (ZI) di lingkungan madrasah.

Dalam program bertajuk “Media Inspirasi: informasi seputar inovasi, regulasi, isu terkini, setara dan inklusi”, Adhitya mengisahkan momen ketika menerima pemberian kue dari sekelompok mahasiswi yang mewawancarainya untuk riset mengenai pengaruh sistem lima hari belajar di madrasah. Sementara itu, Raihanah menceritakan pengalaman ketika menerima bingkisan ulang tahun dari siswa-siswi kelas 8 B.

Siniar yang dipandu Silvia Febriani dan Yassindya Salwa itu menggali alasan dan langkah yang diambil kedua narasumber. Meski pemberian tersebut disebut berangkat dari rasa terima kasih dan kasih sayang, Adhitya dan Raihanah memilih langkah yang tegas sekaligus edukatif dengan melaporkannya melalui aplikasi GOL (Gratifikasi Online) milik KPK.

Adhitya menekankan pelaporan dilakukan sebagai bentuk transparansi dan kepatuhan terhadap regulasi, sekaligus upaya menjaga diri serta institusi dari potensi penyimpangan. “Kami ingin menunjukkan bahwa transparansi adalah kunci. Melaporkan lewat GOL KPK adalah cara kami menjaga diri dan institusi dari potensi penyimpangan, sekecil apa pun itu,” ujarnya dalam siniar.

Raihanah menambahkan, sebagai guru Fiqih, tindakan tersebut ia pandang sebagai penerapan langsung materi kejujuran yang diajarkan kepada siswa. Dengan melaporkan bingkisan yang diterima, ia berupaya memberi pemahaman tentang batasan antara apresiasi dan gratifikasi dalam jabatan.

Melalui cerita pengalaman itu, siniar tersebut menampilkan upaya internalisasi Zona Integritas di MTsN 2 Bantul yang dikatakan tidak berhenti pada komitmen tertulis, tetapi diwujudkan melalui tindakan transparan. Kisah Adhitya dan Raihanah juga diharapkan dapat mendorong konsistensi budaya anti-gratifikasi di lingkungan ASN Kemenag Bantul.