BERITA TERKINI
Pendeta Sandy Nugroho Ceritakan Perjalanan Lepas dari Narkoba di Talkshow Kutai Barat

Pendeta Sandy Nugroho Ceritakan Perjalanan Lepas dari Narkoba di Talkshow Kutai Barat

Pendeta Sandy Nugroho membagikan kisah hidupnya dalam talkshow “Generasi Hebat Tanpa Narkoba” yang digelar di Taman Budaya Sendawar, Kutai Barat, Sabtu, 24 Januari 2026. Dalam acara tersebut, ia menceritakan pengalaman bangkit dari keterpurukan akibat narkoba hingga kemudian menata kembali hidupnya.

Sandy, yang pernah menjadi finalis Indonesian Idol angkatan 2012, mengungkapkan masa remajanya diwarnai masalah keluarga. Ia menyebut perceraian ibunya yang terjadi hingga dua kali membuatnya merasa kehilangan kasih sayang dan frustrasi. Dalam kondisi itu, ia memilih kabur dari rumah dan menjalani hidup sebagai pengamen jalanan.

Di tengah keputusasaan, Sandy mengaku mulai menggunakan narkoba. “Saya jatuh ke narkoba karena kecewa dengan orang tua. Kurangnya kasih sayang membuat saya mencari pelarian,” ujarnya. Ia mengatakan puncak kondisi terburuk terjadi saat masih duduk di kelas 2 SMP, ketika mengalami overdosis parah setelah menggunakan narkotika jenis putau.

Sandy menuturkan kondisinya ketika itu kritis hingga mengalami koma selama tiga bulan. Ia juga menyampaikan bahwa dokter memvonisnya mengalami kerusakan saraf. Selain itu, ia menyebut enam rekan yang pernah bersamanya di lingkungan tersebut telah meninggal dunia.

Titik balik, menurut Sandy, datang melalui pertemuannya dengan sang ibu. Ia menceritakan pertemuan itu terjadi secara tidak sengaja di jalanan. Sang ibu memohon agar ia pulang dan mengajaknya kembali mendekatkan diri kepada Tuhan. Sandy menyebut dukungan doa dan pendampingan orang tua menjadi faktor yang membantunya keluar dari jeratan narkotika.

Setelah pulih, Sandy melanjutkan hidupnya dan kemudian lolos dalam ajang Indonesian Idol. Ia menilai pengalaman itu menjadi kesempatan untuk menunjukkan bahwa mantan pecandu tetap bisa berprestasi di tingkat nasional.

Dalam talkshow tersebut, Sandy juga menyampaikan pesan kepada pelajar dan generasi muda di Kutai Barat agar tidak menjadikan masalah keluarga sebagai alasan untuk lari ke narkoba. “Pesan saya, orang yang dekat dengan Tuhan pasti akan sukses. Jika rajin ibadah, jalan kesuksesan akan terbuka. Jangan bergaul dengan lingkungan yang buruk. Bergabunglah di komunitas yang benar. Jadilah terang dan garam dunia,” katanya di hadapan ratusan pelajar.

Kisah yang disampaikan Sandy menekankan pentingnya dukungan keluarga dan lingkungan dalam proses pemulihan, sekaligus menjadi pengingat bahwa masa lalu yang kelam tidak selalu menutup peluang untuk membangun masa depan yang lebih baik.