BERITA TERKINI
Pendapatan TOWR Naik Jadi Rp 13,32 Triliun pada 2025, Laba Bersih Tumbuh 10,27%

Pendapatan TOWR Naik Jadi Rp 13,32 Triliun pada 2025, Laba Bersih Tumbuh 10,27%

PT Sarana Menara Nusantara Tbk (TOWR) membukukan kinerja keuangan positif sepanjang 2025, dengan pendapatan dan laba yang meningkat dibandingkan tahun sebelumnya.

Berdasarkan laporan keuangan yang disampaikan ke Bursa Efek Indonesia (BEI), pendapatan TOWR pada 2025 mencapai Rp 13,32 triliun, naik 4,64% dari Rp 12,73 triliun pada 2024. Sejalan dengan itu, beban pokok pendapatan tercatat Rp 4,18 triliun, meningkat 4,8% dari Rp 3,99 triliun pada 2024.

Kenaikan pendapatan tersebut mendorong laba bruto menjadi Rp 9,13 triliun pada 2025, menguat 4,57% dari Rp 8,73 triliun pada tahun sebelumnya.

Dari sisi beban operasional, beban penjualan dan pemasaran naik 5,13% menjadi Rp 328,89 miliar dari Rp 312,84 miliar. Beban umum dan administrasi bertambah 10,82% menjadi Rp 913,43 miliar dari Rp 824,23 miliar. Sementara itu, beban usaha lainnya meningkat 18,72% menjadi Rp 399,49 miliar dari Rp 336,49 miliar.

Dengan pergerakan tersebut, laba usaha TOWR pada 2025 tercatat Rp 7,49 triliun, naik 3,18% dari Rp 7,26 triliun pada 2024. Adapun laba tahun berjalan yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk tumbuh 10,27% menjadi Rp 3,67 triliun dari Rp 3,33 triliun. Laba per saham dasar dan dilusi naik menjadi Rp 69 pada 2025 dari Rp 67 pada 2024.

Pada sisi neraca, ekuitas perseroan meningkat 41,28% menjadi Rp 27,08 triliun pada 2025, dibandingkan Rp 19,16 triliun pada 2024. Total liabilitas turun 14,4% menjadi Rp 50,18 triliun dari Rp 58,65 triliun. Sementara itu, aset tercatat turun tipis 0,71% menjadi Rp 77,26 triliun dari Rp 77,8 triliun.

Di pasar saham, pada penutupan perdagangan Selasa, 17 Maret 2026, harga saham TOWR ditutup naik 7,17% menjadi Rp 478 per saham. Saham dibuka pada Rp 450, dengan level tertinggi Rp 478 dan terendah Rp 448. Frekuensi perdagangan tercatat 2.348 kali, dengan volume 297.185 saham dan nilai transaksi Rp 14 miliar.

Selain kinerja keuangan, TOWR juga melaporkan sejumlah pembaruan terkait pendanaan melalui anak usaha. Dalam keterbukaan informasi BEI pada 21 Desember 2025, empat anak usaha—PT Profesional Telekomunikasi Indonesia (Protelindo), PT Iforte Solusi Infotek (Iforte), PT Solusi Tunas Pratama Tbk (SUPR), dan PT Inti Bangun Sejahtera Tbk (IBST)—menandatangani Surat Perubahan atas perjanjian fasilitas kredit senilai Rp 2,5 triliun dengan MUFG Bank, Ltd. Cabang Jakarta.

Sekretaris Perusahaan TOWR Monalisa Irawan menyatakan penandatanganan perjanjian fasilitas tersebut tidak menimbulkan dampak negatif yang material terhadap operasional, aspek hukum, kondisi keuangan, maupun kelangsungan usaha perseroan. Dalam amandemen itu, para pihak sepakat memperpanjang jangka waktu fasilitas hingga 31 Desember 2026, dengan nilai fasilitas Rp 2,50 triliun atau setara dalam dolar AS maupun yen Jepang. Manajemen juga menjelaskan transaksi tersebut merupakan transaksi afiliasi sesuai POJK No. 42/2020.

Selain itu, dalam keterbukaan informasi BEI pada 19 Desember 2025, TOWR menyampaikan sejumlah anak perusahaan menandatangani Perubahan Kesembilan Belas atas Perjanjian Fasilitas dengan PT Bank Central Asia Tbk (BCA). Perubahan itu mencakup penambahan fasilitas kredit baru (Fasilitas L) sebesar Rp 1,7 triliun bagi para peminjam, serta perpanjangan jangka waktu fasilitas money market line senilai Rp 1,5 triliun (Fasilitas B) hingga 16 November 2026.