PT Nusantara Pelabuhan Handal Tbk (PORT) membukukan pendapatan Rp 1,24 triliun sepanjang 2025. Berdasarkan laporan keuangan yang disampaikan ke Bursa Efek Indonesia (BEI), pendapatan tersebut turun 2,08% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya sebesar Rp 1,27 triliun.
Di tengah penurunan pendapatan, beban langsung perseroan turun 4,7% menjadi Rp 874,28 miliar dari Rp 917,64 miliar pada 2024. Penurunan beban ini mendorong laba bruto naik 4,77% menjadi Rp 369,93 miliar pada 2025, dibandingkan Rp 353,06 miliar pada 2024.
Penghasilan lainnya tercatat meningkat menjadi Rp 21,50 miliar pada 2025 dari Rp 6,03 miliar pada 2024. Sementara itu, beban operasional naik menjadi Rp 98,65 miliar dari Rp 85,05 miliar. Beban lainnya turun menjadi Rp 5,12 miliar pada 2025 dari Rp 215,6 miliar pada 2024.
Dengan komposisi tersebut, laba usaha PORT melonjak 392,9% menjadi Rp 287,65 miliar pada 2025, dari Rp 58,34 miliar pada 2024. Perseroan juga mencatat laba sebelum pajak Rp 202,35 miliar, berbalik dari posisi rugi Rp 20,97 miliar pada 2024.
Laba tahun berjalan yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk mencapai Rp 128,39 miliar pada 2025. Capaian ini berbeda dibandingkan 2024 ketika perseroan membukukan rugi Rp 75,22 miliar. Sejalan dengan itu, laba per saham tercatat Rp 45,62 pada 2025, dari posisi rugi pada 2024.
Dari sisi neraca, total ekuitas naik 19,28% menjadi Rp 1,22 triliun pada 2025, dibandingkan Rp 1,02 triliun pada 2024. Liabilitas turun 15,81% menjadi Rp 1,06 triliun dari Rp 1,26 triliun. Total aset tercatat turun 0,10% menjadi Rp 2,28 triliun pada 2025 dari Rp 2,29 triliun pada 2024. Kas dan setara kas meningkat menjadi Rp 419,80 miliar pada 2025, dari Rp 319,04 miliar pada 2024.
Pada penutupan perdagangan Selasa, 17 Maret 2026, saham PORT ditutup stagnan di level Rp 860 per saham. Sepanjang perdagangan, saham dibuka di Rp 860, bergerak pada kisaran Rp 860–Rp 865 per saham, dengan frekuensi transaksi 12 kali, volume 33 saham, dan nilai transaksi Rp 2,8 juta.
Di pasar yang lebih luas, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada Selasa, 17 Maret 2026, menguat 1,2% ke posisi 7.106,83, sementara indeks LQ45 naik 1,22% ke 722,41. Data RTI mencatat IHSG bergerak pada level tertinggi 7.148,25 dan terendah 7.059,89, dengan nilai transaksi harian Rp 24,5 triliun.
Analis PT MNC Sekuritas Herditya Wicaksana menyampaikan penguatan IHSG masih sejalan dengan laporan sebelumnya dan memperkirakan adanya rebound jangka pendek setelah koreksi pada hari sebelumnya. Ia juga menyoroti faktor global dan domestik, termasuk turunnya harga minyak mentah, penguatan rupiah terhadap dolar AS, serta BI Rate yang tetap di level 4,75%.
Pada perdagangan tersebut, seluruh sektor saham tercatat menguat. Sektor basic naik 3,43%, infrastruktur 3,38%, dan transportasi 3,69%. Sektor teknologi menguat 2,89%, properti 1,42%, energi 1,05%, consumer nonsiklikal 1,07%, industri 0,85%, kesehatan 0,60%, keuangan 0,46%, serta consumer siklikal 0,28%.