PT Midi Utama Indonesia Tbk (MIDI) membukukan pertumbuhan kinerja keuangan sepanjang 2025, tercermin dari kenaikan pendapatan bersih dan lonjakan laba bersih. Kinerja tersebut sejalan dengan ekspansi jaringan gerai yang dilakukan perseroan selama tahun berjalan.
Berdasarkan laporan keuangan yang dipublikasikan melalui keterbukaan informasi Bursa Efek Indonesia (BEI) pada Jumat (20/3/2026), pendapatan bersih MIDI pada 2025 meningkat 3,77% secara tahunan menjadi Rp 20,64 triliun, dari Rp 19,89 triliun pada tahun sebelumnya.
Dari sisi kontribusi penjualan, segmen makanan menjadi penyumbang terbesar dengan nilai Rp 11,34 triliun. Penjualan dari segmen non-makanan tercatat Rp 5,85 triliun, disusul makanan segar (fresh food) sebesar Rp 3,44 triliun.
Di tengah kenaikan pendapatan, beban pokok pendapatan meningkat 4,02% secara tahunan menjadi Rp 15,25 triliun, dari Rp 14,66 triliun. Meski demikian, laba bruto masih naik 3,06% menjadi Rp 5,39 triliun, dibanding Rp 5,23 triliun pada tahun sebelumnya.
Sejalan dengan itu, laba tahun berjalan yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk atau laba bersih perseroan tercatat melonjak 45,01% secara tahunan. Laba bersih MIDI naik dari Rp 546,4 miliar menjadi Rp 792,36 miliar pada 2025.
Perseroan menyampaikan kinerja tersebut ditopang oleh ekspansi bisnis sepanjang 2025. Hingga akhir tahun, jumlah gerai MIDI bertambah 6,24% menjadi 2.587 gerai, dari 2.435 gerai pada tahun sebelumnya.
Ekspansi terutama berasal dari lini usaha minimarket milik sendiri. Jumlah minimarket milik sendiri meningkat menjadi 2.333 gerai dari 2.222 gerai pada tahun sebelumnya, atau bertambah 111 gerai sepanjang 2025.
Midi Utama bergerak di bidang perdagangan eceran produk konsumen dan mengoperasikan jaringan minimarket Alfamidi, jaringan supermarket Alfamidi Super, serta jaringan toko buah Midi Fresh. Jaringan gerai perseroan tersebar di berbagai kota, antara lain Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang, Bekasi, Surabaya, Makassar, Medan, Samarinda, Yogyakarta, Manado, Palu, Kendari, Ambon, dan Jayapura.