Pemerintah Kabupaten Nabire menggelar rapat pengendalian inflasi dan antisipasi potensi kekurangan pangan menjelang bulan suci Ramadan dan Hari Raya Idul Fitri 1447 Hijriah. Kegiatan ini berlangsung di Aula Setda Nabire pada Rabu (21/1/2026).
Rapat dipimpin Wakil Bupati Nabire Burhanuddin Pawennari dalam rangka koordinasi Tim Pengendali Inflasi Daerah (TPID) Kabupaten Nabire. Dalam arahannya, Burhanuddin menekankan bahwa inflasi dapat berdampak pada daya beli masyarakat serta stabilitas ekonomi daerah, sehingga diperlukan kerja sama berbagai pihak untuk menjaga kondisi tersebut, terutama menjelang hari besar keagamaan.
“Inflasi harus kita kendalikan bersama agar tidak berdampak pada masyarakat. Menjelang Ramadan dan Idul Fitri, kita harus menjaga kestabilan harga bahan pokok,” kata Burhanuddin.
Menurutnya, rapat TPID dilaksanakan sebagai langkah antisipatif dengan fokus pada ketersediaan bahan pokok, kelancaran distribusi, serta stabilitas harga di Kabupaten Nabire. Pemkab Nabire juga melibatkan sejumlah pemangku kepentingan, antara lain pimpinan organisasi perangkat daerah (OPD), Polres Nabire, Kejaksaan, pihak Pelabuhan Laut, Badan Pusat Statistik (BPS), serta pelaku usaha dan peternak, mulai dari peternak ayam petelur, ayam potong, hingga peternak sapi dan babi.
Burhanuddin menyatakan rapat koordinasi tersebut diharapkan menghasilkan rekomendasi konkret dan langkah strategis untuk pengendalian inflasi di Kabupaten Nabire. Ia juga menegaskan pentingnya memastikan kebutuhan pokok tersedia dan harga tetap terjangkau, termasuk mengantisipasi potensi kenaikan pada tarif transportasi.
“Harapan kita, menjelang bulan puasa dan Hari Raya Idul Fitri, seluruh kebutuhan bahan pokok tetap tersedia, harga terjangkau, serta tidak terjadi lonjakan harga, termasuk harga tiket transportasi udara maupun laut,” ujarnya.

