Pemerintah berencana menaikkan batas investasi dana pensiun (dapen) dan asuransi di pasar modal dari 8% menjadi 20%. Kebijakan ini disampaikan Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto dalam konferensi pers pada Jumat (30/1), sebagai respons atas pelemahan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) dalam beberapa hari terakhir dan munculnya perhatian dari MSCI terkait aspek investability pasar Indonesia.
Airlangga mengatakan kebijakan tersebut telah dibahas bersama Menteri Keuangan, Purbaya Yudhi Sadewa. Purbaya menambahkan, peraturan menteri keuangan yang mengatur kenaikan batas investasi itu ditargetkan rampung pada pekan berikutnya.
Meski batas investasi dinaikkan, pemerintah juga mempertimbangkan pembatasan penempatan dana pensiun dan asuransi agar hanya masuk ke saham-saham yang tergabung dalam indeks LQ45. Purbaya menyampaikan kemungkinan pembatasan ini pada Jumat (30/1).
Selain itu, pemerintah menyatakan akan mempercepat proses demutualisasi Bursa Efek Indonesia (BEI) pada tahun ini. Airlangga menyebut langkah tersebut sebagai transformasi struktural untuk mengurangi potensi benturan kepentingan dan praktik pasar yang tidak sehat. Demutualisasi merupakan perubahan status bursa dari kepemilikan anggota bursa menjadi perusahaan berbentuk saham yang dapat dimiliki pihak di luar anggota bursa, termasuk publik. Airlangga juga menyampaikan proses ini akan terbuka bagi investor, termasuk Danantara. Sebelumnya, Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dan BEI menyebut demutualisasi ditargetkan rampung pada kuartal I 2026.
Setelah pengumuman pemerintah, Direktur BPJS Ketenagakerjaan Edwin Ridwan menyatakan pihaknya berencana menambah alokasi investasi saham secara bertahap hingga 20–25% dari dana kelolaan. Saat ini, porsi investasi saham BPJS Ketenagakerjaan berada di kisaran 12%–13% dari total dana kelolaan sekitar Rp900 triliun.
Di luar kebijakan pemerintah, OJK dan BEI pada Kamis (29/1) juga mengumumkan sejumlah langkah untuk meningkatkan kredibilitas pasar saham Indonesia. Langkah tersebut mencakup penyediaan data kepemilikan emiten yang lebih rinci sesuai standar yang ditetapkan MSCI serta rencana menaikkan minimum free float dari 7,5% menjadi 15% dalam waktu dekat.
Sejalan dengan rangkaian pernyataan dan rencana penguatan pasar, IHSG pada Jumat (30/1) ditutup menguat 1,18% dan melanjutkan pemulihan setelah koreksi pada perdagangan Kamis (29/1). Penguatan disebut lebih terkonsentrasi pada saham-saham berkapitalisasi besar, tercermin dari kenaikan indeks IDX30 sebesar 1,96% dan LQ45 sebesar 2,52%, lebih tinggi dibanding kenaikan IHSG.
Masih pada Jumat (30/1), Direktur Utama BEI Iman Rachman serta dua anggota Dewan Komisioner OJK, Mahendra Siregar dan Inarno Djajadi, mengumumkan pengunduran diri sebagai bentuk tanggung jawab atas kondisi pasar modal Indonesia dalam beberapa hari terakhir. Inarno menyatakan agenda pertemuan jajaran direksi BEI dengan MSCI pada Senin (2/2) tetap berjalan meski posisi direktur utama BEI kosong, dan mekanisme penunjukan pelaksana tugas disebut telah diatur dalam anggaran dasar BEI serta masih berproses.

