Pembicaraan trilateral antara Rusia, Amerika Serikat, dan Ukraina dilaporkan berakhir di Abu Dhabi, Uni Emirat Arab (UEA), pada 24 Januari setelah berlangsung selama dua hari. Sejumlah sumber menggambarkan pertemuan tersebut sebagai “konstruktif.”
Menurut laporan RIA Novosti, delegasi Rusia terlihat kembali ke hotel mereka setelah pertemuan pada 24 Januari. Sementara itu, TASS melaporkan belum ada rencana untuk menggelar pertemuan trilateral lanjutan. Meski demikian, seorang sumber anonim mengatakan kepada TASS bahwa pembicaraan tersebut menghasilkan “beberapa hasil.”
Di sisi lain, reporter Axios Barak Ravid menyampaikan—mengutip sumber di X.com—bahwa putaran baru pembicaraan trilateral dapat “diselenggarakan” oleh UEA paling cepat pekan depan. Ravid juga menyebut pejabat Ukraina menilai pembicaraan selama dua hari itu sebagai “positif.”
Pada malam 24 Januari, Ravid menambahkan bahwa seorang pejabat AS yang tidak disebutkan namanya mengungkapkan putaran negosiasi berikutnya telah dijadwalkan pada 1 Februari.
Presiden Ukraina Volodymyr Zelenskyy turut mengonfirmasi bahwa pertemuan selanjutnya dapat berlangsung di UEA dalam waktu dekat. Dalam siaran pers, Zelenskyy mengatakan diskusi berfokus pada “parameter yang layak untuk mengakhiri konflik,” serta menyambut “pengakuan AS atas perlunya pemantauan dan verifikasi” untuk menangani permusuhan.
Pertemuan di Abu Dhabi ini disebut sebagai negosiasi trilateral pertama sejak konflik Rusia-Ukraina meningkat pada Februari 2022.

