BERITA TERKINI
Pelaku Usaha di Dong Nai Dorong Peluang Terlibat dalam Proyek Publik

Pelaku Usaha di Dong Nai Dorong Peluang Terlibat dalam Proyek Publik

Komunitas bisnis di Provinsi Dong Nai, terutama usaha kecil dan menengah (UKM), menyatakan minat kuat untuk bekerja sama dengan pemerintah daerah melalui pasokan produk dan jasa dalam berbagai proyek publik. Antusiasme ini menguat seiring bergulirnya sejumlah proyek infrastruktur dan pembangunan sosial-ekonomi berskala besar di provinsi tersebut.

Para ahli ekonomi menilai Vietnam telah menerapkan banyak solusi untuk mendorong pertumbuhan dalam beberapa waktu terakhir. Wakil Presiden Kamar Dagang dan Industri Vietnam (VCCI) Vo Tan Thanh menyebutkan bahwa setelah periode pelonggaran kebijakan moneter guna mendukung pemulihan ekonomi, ruang untuk memilih solusi lanjutan akan semakin sulit. Ia juga menilai konsumsi domestik telah pulih namun belum benar-benar berkelanjutan, sementara sektor swasta masih menghadapi tantangan terkait biaya, pasar, serta kapasitas penyerapan modal. Dalam konteks ini, investasi publik dipandang menjadi salah satu pilar utama.

Di Dong Nai, berbagai proyek infrastruktur transportasi dan infrastruktur sosial-ekonomi sedang berjalan. Kondisi ini disebut membuka peluang bagi pelaku usaha lokal untuk berperan sebagai investor maupun terlibat sebagai bagian dari proyek-proyek terkait perumahan, kawasan industri, pariwisata dan resor, perdagangan dan jasa, logistik, pengolahan pertanian, pertanian berteknologi tinggi, serta sektor industri lainnya.

Dalam fase pembangunan baru, investasi publik dinilai tidak semata-mata sebagai instrumen untuk merangsang permintaan atau sekadar mengejar tingkat pencairan dana. Investasi publik juga dilihat sebagai pengungkit untuk meningkatkan produktivitas ekonomi secara keseluruhan. Setiap proyek, bila dirancang dan dijalankan secara efektif, diharapkan dapat menekan biaya logistik dan biaya kepatuhan bagi dunia usaha, memperluas peluang pembangunan, serta memperkuat konektivitas regional. Melalui mekanisme tersebut, investasi publik dapat memimpin investasi swasta dan mendorong inovasi teknologi maupun organisasi produksi, yang dipandang menjadi fondasi pertumbuhan cepat namun berkelanjutan pada periode 2026–2030.

Di tingkat kebijakan, sektor swasta disebut memperoleh perhatian yang lebih besar melalui berbagai resolusi Partai dan Majelis Nasional, serta rencana aksi Pemerintah, untuk menciptakan kondisi yang lebih menguntungkan. Salah satunya adalah Resolusi 198/2025/QH15 yang dikeluarkan Majelis Nasional pada 17 Mei 2025. Resolusi ini menetapkan sejumlah mekanisme dan kebijakan khusus bagi pengembangan sektor swasta, termasuk dukungan untuk perusahaan menengah dan besar serta perusahaan perintis, sekaligus memperluas partisipasi sektor swasta dalam proyek-proyek penting bagi pembangunan sosial-ekonomi dan proyek penting nasional melalui investasi langsung, kemitraan publik-swasta, atau bentuk kerja sama lain sesuai ketentuan hukum.

Kalangan bisnis menilai saat ini merupakan momentum yang tepat untuk menerapkan kebijakan yang membantu perusahaan dan rumah tangga berpartisipasi dalam berbagai aspek produksi dan bisnis, termasuk dalam investasi publik yang didanai negara. Mereka juga menyoroti perlunya kebijakan khusus untuk mendorong perusahaan swasta domestik ikut serta dalam program investasi publik, antara lain melalui pendelegasian wewenang, penawaran yang ditentukan, serta penggunaan bahan baku domestik, guna mengoptimalkan efektivitas investasi publik sekaligus memperkuat kapasitas pelaku usaha Vietnam.

Ketua Asosiasi Pengusaha Muda Dong Nai Dang Quoc Nghi menyampaikan bahwa terdapat puluhan ribu bisnis yang beroperasi di provinsi tersebut. Menurutnya, pelaku usaha memahami keunggulan lokasi Dong Nai dan ingin berpartisipasi serta bekerja sama dengan pemerintah dalam proyek-proyek pembangunan sosial-ekonomi. Ia menambahkan, sejumlah sektor—terutama konstruksi dan real estat—dinilai memiliki potensi dan menunjukkan keinginan kuat untuk mendapatkan dukungan agar dapat mengikuti tender proyek pembangunan di provinsi, sehingga membuka ruang bagi pertumbuhan bisnis yang lebih kuat ke depan.

Sementara itu, Wakil Ketua Asosiasi Kayu dan Kerajinan Dong Nai Nguyen Quang Ha menyatakan industri kayu lokal menempati peringkat kedua nasional dari sisi volume ekspor. Dong Nai juga disebut menjadi lokasi banyak pabrik dan perusahaan pengolahan produk kayu untuk pasar domestik. Ia menyebutkan ekspor kayu Dong Nai pada tahun lalu mencapai hampir 2,7 miliar dolar AS, namun pasar dalam negeri juga dinilai sangat luas. Menurutnya, penguatan pasar domestik dapat meningkatkan pemanfaatan kayu yang ditanam di dalam negeri dan di provinsi, terutama setelah Dong Nai bergabung dengan bekas Provinsi Binh Phuoc sehingga area bahan baku menjadi lebih besar. Karena itu, selain mengejar pesanan domestik, pelaku industri juga berharap memperoleh kondisi yang lebih menguntungkan untuk memasok produk kayu ke sektor publik, khususnya proyek konstruksi besar seperti sekolah, rumah sakit, dan kantor pemerintah.

Dengan meningkatnya kebutuhan pembangunan dan terbukanya ruang partisipasi sektor swasta, dunia usaha di Dong Nai berharap keterlibatan mereka dalam proyek publik dapat diperluas, baik melalui tender maupun skema kerja sama lain yang sesuai aturan, agar manfaat investasi publik dapat dirasakan lebih luas oleh perekonomian daerah.